Koran Jakarta | November 18 2017
No Comments
Operasi Tangkap Tangan

Bupati Batubara Ditangkap KPK

Bupati Batubara Ditangkap KPK

Foto : ANTARA/Septianda Perdana
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Bupati Batubara, Sumatera Utara, OK Arya Zulkarnaen, bersama enam orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Disebut-sebut, sang Bupati terseret kasus komisi pengurusan sejumlah proyek di Kabupaten Batubara.


Ketua KPK, Agus Raharjo, membenarnya adanya OTT di Kabupaten Batubara. Namun, Agus masih belum mau menjelaskan lebih detail terkait operasi senyap tersebut. Agus berjanji akan mengumumkannya hari ini. “Tunggu konferensi pers hari ini,” kata dia, Rabu (13/9).


Sementara itu, juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, lewat OTT tim KPK berhasil mengamankan tujuh orang, termasuk Bupati Batubara. “Kami amankan tujuh orang yang dibawa ke Polda Sumut,” katanya.


Febri menyatakan ada unsur penyelenggara negara, pejabat daerah dan kepala daerah yang turut diamankan tim KPK. Mereka masih menjalankan pemeriksaan di Polda Sumatera Utara. “Ada unsur penyelenggara negara, pejabat daerah, kepala dinas,” ujarnya.


Selain itu, lanjut Febri, penyidik KPK juga turut mengamankan barang bukti sejumlah uang. Uang tersebut diduga diterima Bupati Batubara terkait dengan pengurusan sejumlah proyek di lingkungan pemerintahan Kabupaten Batubara. “Indikasi penerimaan hadiah janji terkait adanya fee (komisi) pengurusan sejumlah proyek di sana,” katanya.


Dalam penindakan tersebut, tim satgas KPK dikabarkan menyita sejumlah uang hingga ratusan juta rupiah. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan bersama Bupati Batubara tersebut. “Tim akan bawa pihak yang diamankan ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk tindakan lanjut,” ujar Febri.


Arya sudah dua periode memimpin Kabupaten Batubara. Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, pada 1956 merupakan bupati pertama di Indonesia yang terpilih dua periode lewat jalur independen, masing-masing 2008–2013 dan 2013–2018.


Arya menjadi tokoh di balik pemekaran Kabupaten Batubara dari sebelumnya berada di wilayah administratif Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada 2008.

Kala itu, masyarakat di Tanah Bertuah mengenal sosok bangsawan Melayu yang juga Ketua Partai Golkar di DPD Batubara itu sebagai Ketua Gerakan Masyarakat Menuju Kabupaten Batubara (Gemkarya) dengan kelompok kerja bernama Badan Pekerja Persiapan Pembentukan Kabupaten Batubara (BP3KB).


OK Arya saat menjadi petahana tetap maju lewat jalur independen kendati memiliki kendaraan politik, Partai Golkar. OK Arya menjadi satu-satunya kepala daerah yang terpilih dua kali lewat jalur independen. Ant/mza/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment