Koran Jakarta | November 18 2017
No Comments
Operasi Tangkap Tangan

Bupati Batubara Diduga Disuap Rp4,4 Miliar

Bupati Batubara Diduga Disuap Rp4,4 Miliar

Foto : KORAN JAKARTA/Muhaimin A Untung
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Batubara, Sumatera Utara, OK Arya Zulkarnain (OKA), dan empat orang lainnya sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap sekitar 4,4 miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

“Setelah mengamankan bahan dan keterangan dan pemeriksaan 1 x 24 jam yang dilanjutkan gelar perkara, ditemukan bukti permulaan yang saling berkesesuaian dan disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi suap, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan lima orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9).

Selain Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, ditetapkan juga sebagai tersangka penerima suap, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara, Helman Herdady (HH), dan pemilik dealer mobil, Sujendi Tarsono (STR).

Adapun tersangka yang diduga sebagai pihak pemberi suap adalah dua orang kontraktor, masing-masing Maringan Situmorang (MAS) dan Syaiful Azhar (SAZ). Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi Rabu (13/9), tim KPK mengamankan uang tunai senilai 346 juta rupiah.

“Uang tersebut diduga bagian dari fee proyek senilai total 4,4 miliar rupiah yang diduga diterima oleh Bupati Batubara melalui para perantara terkait beberapa pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017,” ujar Alex.

DIjelaskan Alex, suap pertama dari kontraktor MAS diduga sebagai fee sebesar empat miliar rupiah terkait dua proyek, yaitu pembangunan Jembatan Sentang senilai 32 miliar rupiah yang dimenangkan oleh PT GMJ dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai 12 miliar rupiah yang dimenangkan oleh PT T.

“Barang bukti 346 juta rupiah dalam OTT ini diduga merupakan bagian dari fee terkait dua proyek ini,” kata Alex. Suap kedua dari kontraktor SAZ diduga pemberian fee sebesar 400 juta rupiah terkait dengan proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai 3,2 miliar rupiah.

Untuk kentingan penyidikan, tim KPK juga menyegel sejumlah ruangan di beberapa lokasi, antara lain rumah dinas Bupati Batubara, rumah tersangka MAS, dan kantor atau dealer mobil milik STR.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, menjelaskan tim KPK menemukan 250 juta rupiah di dalam kantong kresek yang dibawa Sujendi dari dealer Khairil Anwar. Di rumah OK Arya, KPK mengamankan uang tunai senilai 96 juta rupiah dari tangan Muhammad Noor, sopir istri Arya. mza/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment