Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Infrastruktur - Tol Manado-Bitung Selesai April 2020

Bunaken Kekuatan Pariwisata Terbesar di Sulawesi Utara

Bunaken Kekuatan Pariwisata Terbesar di Sulawesi Utara

Foto : ANTARA/PUSPA PERWITASARI
MENYAPA WARGA - Presiden Joko Widodo berpamitan kepada warga usai mengunjungi kawasan wisata Bunaken di Sulawesi Utara, Jumat (5/7). Pemerintah pusat akan melakukan penataan di kawasan Taman Nasional Bunaken, termasuk pasokan air bersih dan listrik yang akan menunjang pariwisata di daerah itu.
A   A   A   Pengaturan Font
Taman Nasional Bunaken menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang dan juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil, dan mamalia laut.

 

MANADO – Presiden Joko Widodo berharap potensi pari­wisata Taman Nasional Bu­naken, Sulawesi Utara, terus dirawat dan dipelihara dengan baik. Menurut dia, lokasi terse­but dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa men­datang.

“Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang ha­rus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini. Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” ujar Presiden Joko Widodo, saat menyambangi Taman Nasional Bunaken dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (5/7/2) pagi.

Taman Nasional Bunaken adalah taman laut yang terle­tak di Segitiga Terumbu Ka­rang. Taman ini menjadi habi­tat bagi 390 spesies terumbu karang dan juga berbagai spe­sies ikan, moluska, reptil, dan mamalia laut.

Jokowi memastikan pemer­intah pusat akan bergerak untuk menjadikan salah satu kawasan wisata tersebut lebih tertata dan terintegrasi. Sebab, ke depannya, destinasi wisata bawah laut tersebut diperki­rakan akan jauh lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing, seiring dengan pembangu­nan infrastruktur pendukung pariwisata Sulawesi Utara oleh pemerintah.

“Ini mau dibuat perenca­naan dulu untuk membuat klaster-klaster sehingga pen­duduknya di sebelah mana jelas, tempat wisata di mana jelas, area konservasinya di mana juga jelas,” kata Kepala Negara.

Presiden menegaskan saat ini kita berkejaran dengan waktu dan permintaan yang semakin meningkat dari para wisatawan. Oleh karena itu, pemerintah pusat berkomitmen memberikan du­kungan penuh bagi pengem­bangan pariwisata di Sulawesi Utara.

“Kita ke lapangan ingin mengejar itu. Kalau biasa-biasa saja, kita mungkin enggak (upaya), tapi ini ada keadaan luar biasa, turis ingin masuk dan kita harus menyiapkan,” tuturnya.

Diselesaikan Secepatnya

Sementara itu, saat menin­jau pembangunan jalan Tol Ma­nado–Bitung, Presiden memas­tikan pembangunan jalan Tol Manado–Bitung yang sempat terkendala karena persoalan pembebasan lahan akan segera diselesaikan. “Jadi, Tol Mana­do–Bitung lapangannya masih kurang 13 kilometer yang be­lum pembebasan (lahan), tapi proses berjalan,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan jalan tol tersebut ditargetkan selesai pada awal tahun depan, dan kendala yang ada di lapangan dapat segera teratasi.

“Tadi, saya sudah perintah Jasa Marga untuk secepatnya bisa diselesaikan. Mungkin maksimal Maret–April (2020). Insya Allah,” ucap Presiden.

Diketahui, jalan tol sepan­jang 39,9 kilometer tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional yang meng­hubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung. Jalan tol tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mobilitas dari dua kota tersebut, mendukung sektor wisata, serta pertumbu­han ekonomi di kota-kota seki­tarnya. Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Pulau Lem­beh yang sedang dikembang­kan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulawesi Utara.

“Bisa nanti larinya ke pari­wisata, bisa larinya ke industri. Karena nanti di Pulau Lembeh itu menjadi titik pariwisata baru di Bitung, meskipun (perlu) dukungan industri terutama perikanan dan KEK yang nanti juga berhubungan dengan pelabuhan,” jelas Presiden. fld/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment