Koran Jakarta | April 26 2019
No Comments
PERADA

Buat Perencanaan Kehidupan agar Tak Menyesal

Buat Perencanaan Kehidupan agar Tak Menyesal

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Setiap manusia mesti mengetahui tujuan hidup dan cara meraihnya. Apa jadinya bila manusia tidak tahu tujuan hidup dan cara meraihnya. Jangan sampai menghabiskan usia hanya dengan angan-angan, tanpa kerja nyata yang bermanfaat.

Buku Living Forward menjelaskan lima konsekuensi yang harus dibayar jika tidak memiliki perencanaan hidup. Mereka adalah kebingungan, biaya, kehilangan kesempatan, penderitaan, dan penyesalan. Begitu banyak penyesalan di akhir kehidupan. Berandai- andai sebagai mantra ketidakberdayaan menghadapi kenyataan.

Ungkapan, “Kalau saja rajin belajar, olahraga, berani berbisnis, dan seterusnya (hlm 20)” menjadi konsekuensi kondisi buruk yang dihadapi akibat tidak memiliki perencanaan kehidupan. Untuk itulah, buku ini ditulis sebagai self help, agar pembaca tahu posisi sekarang dan arah ke kerja mencapai tujuan.

Salah satunya membuat dokumen perencanaan hidup sebagai risalah yang pembaca ingin dikenang dan berhubungan dengan prioritas hidup (hlm 24). Dalam menulis dokumen dituntun dengan pertanyaan mendasar seperti bagaimana saya ingin dikenang, apa yang paling penting, dan bagaimana bisa pergi dari sini ke berbagai tempat.

Dengan membuat dokumen rencana hidup ini akan memperjelas prioritas, memilah peluang, menghadapi kenyataan, dan membayangkan masa depan. Ini akan menghindari penyesalan (hlm 45). Living Forward hadir menjadi panduan dalam penyusunan perencanaan hidup. Kesempatan hidup di muka bumi ini harus diisi dengan tujuan dan proses yang terbaik untuk mencapainya, sehingga menjadikan diri sebagai manusia bermanfaat.

Dokumen perencanaan hidup dibuat untuk mempermudah dan menjabarkan visi misi sebagai respons panggilan Tuhan. Manusia harus mampu menjadi pemimpin dan agen perubahan menuju kebaikan. Untuk mempermudah dan mengarahkan kepada perubahan yang diinginkan, perencanaan hidup menjadi jawabannya.

Hidup yang tidak terstruktur membuat orang terjebak pada rutinitas yang menjemukan. Dengan membuat dokumen perencanaan hidup memungkinkan manusia menjadi pilot kehidupan. Setiap hari merupakan kesempatan dan tahapan proses pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sungguh, setiap hari dalam pengejaran impian atau cita-cita menjadi gairah tersendiri mencapai target dan rencana.

Dokumen perencanaan kehidupan membuat orang seakan mempunyai alat GPS yang akan memberitahu langkah menjauhi atau mendekati target. Lalu, orang bisa mengatur strategi kembali agar mempercepat meraih setiap impian. Tak ada salahnya, kalaupun manusia sudah memiliki tujuan hidup yang jelas untuk mencoba meraihnya dengan metode pembuatan dokumen perencanaan tadi.

Mark Twain mengajak, marilah berusaha menjalani hidup dengan baik agar saat meninggal, bahkan orang yang mengurus pemakaman pun akan menyesali kepergian kita (hlm 163). Jadilah manusia bermanfaat yang diberi umur panjang dan banyak berguna bagi orang lain.

Tanpa rencana hidup, manusia akan berakhir jauh dari tempat yang diharapkan. Dia akan menyesali keputusan atau kelambatan yang membentuk kehidupan. Mulai sekarang tentukan tujuan hidup. Buatlah perencanaan dan segera beraksi untuk mewujudkannya. Sebab rencana tanpa aksi hanya akan tinggal utopia di angan-angan.

 

Diresensi Tri Wahyu Cahyono. Alumnus Kobe University

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment