Koran Jakarta | May 22 2019
No Comments
Naturalisasi Sungai

Buang Sampah di Sungai Ciliwung Bisa Dihukum

Buang Sampah di Sungai Ciliwung Bisa Dihukum

Foto : ANTARA/YULIUS SATRIA
BERSIHKAN CILIWUNG I Personel TNI yang merupakan anggota Satgas Naturalisasi Sungai Ciliwung membersihkan sampah di bantaran Sungai Ciliwung Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (4/2).
A   A   A   Pengaturan Font

BOGOR - Pemerintah Kota Bogor membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sungai Ciliwung. Satgas yang terdiri dari TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) bertugas mencari pelaku pembuang sampah di Sungai Ciliwung.

“Melalui Satgas ini diharapkan dapat memberikan shock therapy bagi warga yang melanggar. Tidak ada alasan lagi bagi warga tidak taat pada perda, karena sudah melakukan sosialisasi kepada warga,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, usai peresmian Satgas Ciliwung di tepi Sungai Ciliwung bawah Jembatan Otista, Senin (4/2).

Bagi pelanggar pembuang sampah di Sungai Ciliwung yang ditangkap Satgas, kata Bima, akan ditindak secara hukum ringan.

Satgas Sungai Ciliwung, sebut Bima, terdiri dari TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) yang jumlahnya mencapai 39 personel.

Selain itu juga ada program naturalisasi Sungai Ciliwung di mana para aparatur wilayah yang ada wilayah di lintasi Sungai Ciliwung dilakukan dokumentasi sebelum dan sesudah pelaksanaan program tersebut.

“Tujuanya agar terlihat perubahan-perubahan dan dapat dijadikan ukuran dari target program yang dilaksanakan,” kata Bima.

Bima menyebutkan, program naturalisasi Sungai Ciliwung ini merupakan bagian dari 100 hari pemerintahan Wali Kota dan Wakil Kota Bogor periode 2019–2024.

Menurut dia, program ini semua pihak yang terlibat khususnya perangkat daerah ditargetkan agar pada April 2019 sudah ada hal-hal yang berubah di kawasan Sungai Ciliwung dan sekitar Juni atau Juli 2019 diharapkan sudah ada hasilnya.

“Jadi tidak hanya kawasan yang lebih bersih, tetapi ada fisik yang dibangun dan ditandai dengan suatu aktivitas dalam skala besar, bisa berupa rafting atau jalur tracking,” tegas Bima Arya.

Sementara itu, Ketua KPC Kota Bogor, Een Irawan, menuturkan tim Satgas ini terdiri 30 personel gabungan Kodim 0606 Kota Bogor dan Batalyon Garuda 315 dan ditambah masing-masing 9 personil dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Kota Bogor.

“Tim ini dibagi menjadi enam tim yang masing-masing tim terdiri dari tujuh personel dan satu tim bertanggung jawab di dua wilayah,” ucap Een.

Tugas tim Satgas Ciliwung selama enam bulan ke depan melakukan sosialisasi program naturalisasi Sungai Ciliwung, menyiapkan langkah-langkah yang akan dijalankan, melakukan pemberdayaan warga melalui forum-forum diskusi. Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment