Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Prospek Usaha

BRI Agro Targetkan Pertumbuhan Kredit 35 Persen

BRI Agro Targetkan Pertumbuhan Kredit 35 Persen

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) menargetkan pertumbuhan kredit pada 2018 sebesar 35 persen. Sementara kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tahun depan diharapkan bisa di bawah 2 persen. Adapun posisi NPL hingga akhir November 2017 sebesar 2,9 persen, diharapkan di akhir tahun ini NPL bisa ditekan di bawah 2,5 persen. Direktur Bisnis AGRO, Zuhri Anwar, mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan kredit tersebut, strategi yang akan digunakan oleh Perseroan adalah mengembangkan ritel, termasuk juga menengah.

“Kami akan mencari sektorsektor yang aman agar kreditnya sehat sehingga otomatis laba kami juga akan naik,” ungkap dia di Jakarta, Rabu (6/12). Adapun sektor yang mendorong pertumbuhan penyaluran kredit sesuai dengan visi misi Perseroan, yakni agribisnis meliputi perkebunan dan peternakan yang akan terus dikembangkan ke depannya. Meski target pertumbuhan kredit tahun depan terbilang tinggi, Zuhri mengklaim, bahwa itulah kelebihan dari Perseroan. Bahkan pertumbuhan kredit Perseroan tumbuh hampir tiga kali dari rata-rata industri perbankan.

“Walaupun kami bank kecil tapi pertumbuhan kami harus lebih baik supaya lebih dikenal orang,” ucap dia. Untuk dana pihak ketiga (DPK) diharapkan tumbuh sekitar 38 persen. Terkait aksi korporasi di pasar modal, Perseroan berencana menerbitkan saham baru atau right issue di tahun depan. Hal tersebut sejalan dengan rencana Perseroan untuk naik ke dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III. Untuk menjadi bank BUKU III, Perseroan membutuhkan tambahan modal sebesar 1,7 triliun rupiah. Saat ini posisi modal Perseroan sekitar 3 triliun rupiah.

“Itu bisa dilakukan antara semester satu atau dua,” ujar dia. Kendati demikian untuk rencana aksi korporasi right issue masih akan dikaji, sebab bagaimanapun Perseroan harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham induk, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). “Kita lihat saja nanti perkembangannya. Bagaimanapun dengan menjadi bank BUKU III otomatis Perseroan akan memberikan pelayanan yang lebih baik ke nasabah maupun pemegang saham (stakeholder),” papar dia. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment