Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Proyek LRT l Pengerjaan Kereta Ringan Jabodetabek Capai 15 Persen

BPPT Rampungkan Pengujian LRT Jabodetabek

BPPT Rampungkan Pengujian LRT Jabodetabek

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BPPT bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk melakukan pengujian LRT Jabodetabek.

MADIUN - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah merampungkan pengujian-pengujian untuk kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) yang dikembangkan oleh PT INKA (Persero).

Kepala Program LRT BPPT Barman Tambunan saat mengunjungi PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur, Selasa, mengatakan tim Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi BPPT telah melakukan uji sistem sirkulasi udara di dalam LRT supaya bisa memberikan rekomendasi.

“Rekomendasi desain terkait kebisingan dan vibrasi untuk kenyamanan selama perjalanan LRT telah dilakukan oleh Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika BPPT. Diharapkan penumpang dapat berkomunikasi dengan nyaman selama perjalanan di dalam LRT dan penduduk sekitar daerah yang dilewati LRT tidak terganggu kebisingan,” ujar dia.

Sementara Program Director (Chief Engineer) BPPT untuk LRT Mulyadi Sinung menjelaskan bahwa dukungan BPPT dalam perkeretaapian saat ini utamanya untuk menyiapkan aspek keamanan desain teknologi LRT Jabodebek

Aspek “Reliability, Availability, Maintainability and Safety” (RAMS) akan menjadi titik perhatian. Terkait RAMS, menurut Sinung, BPPT menyoroti perihal Review, Validasi dan Verifikasi Desain dalam setiap langkah proses pengembangan teknis dan sistem kerja di dalam kereta api.

BPPT memberikan kontribusi secara teknis dalam perhitungan RAMS untuk komponen utama yang disepakati, antara lain “Door System” dan “bogie”.

“Jadi selama proses rancang bangun dan rekayasa ini, maka ‘Project Management’ pembuatan LRT, serta pengawasan terhadap ‘Quality Process’ menjadi perhatian besar. Pengawasan ‘Quality Process’ melalui fasilitas pengujian BPPT,” kata Sinung.

Sinung juga mengatakan bahwa dalam peninjauan kembali analisa numerik kekuatan struktur serta analisa “crash worthiness” LRT, BPPT mendapat dukungan penuh dari ITB. Keakuratan analisa numerik ini menjadi bahan awal sebelum pelaksanaan pengujian struktur oleh Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur BPPT.

Untuk mendapatkan kualitas pengelasan yang sesuai dengan standar internasional, BPPT bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), menghasilkan “Welding Procedur Specification” sebagai prasyarat bagi para pengelas INKA dalam melakukan pengelasan aluminium.

Progres Pembuatan

Seperti diketahui, PT Industri Kereta Api Persero (Inka) menyatakan pengerjaan Kereta Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) yang merupakan pesanan PT KAI (Persero) hingga kini telah mencapai 15 persen.

“Kalau dari sisi progres secara general, untuk fisik secara general persentasenya mencapai 15 persen,” ujar Project Manager LRT PT INKA (Persero), Panji Sulaksono.

Menurut dia, saat ini dari sisi fabrikasi, sudah ada 48 “car body” atau kereta yang telah selesai dikerjakan. Sedangkan dari sisi “finishing”, Inka tela menyelesaikan empat “trainset” atau 24 kereta. “Untuk yang “finishing”, saat ini mulai dilakukan pemasangan komponen interior, kelistrikan, pengereman dan persinyalan,” kata dia.  Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment