Koran Jakarta | March 24 2019
No Comments
Banjir Bandang

BPBD Bandung Diminta Rekayasa Kembali Ruas Anak Sungai Cipanjalu

BPBD Bandung Diminta Rekayasa Kembali Ruas Anak Sungai Cipanjalu

Foto : ANTARA/RAISAN AL FARISI
RUSAK BERAT - Banjir bandang yang terjadi di Kompleks Perumahan Pasir Jatienda, Kabupaten Bandung, akibat jebolnya tanggul penahan air sungai pada Sabtu (9/2) malam tersebut menyebabkan sekitar tujuh rumah rusak berat.
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG - Bupati Bandung, Dadang M Naser, menginstruksikan Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk merekayasa kembali ruas anak Sungai Cipanjalu yang berada di atas Perumahan Jati Endah Regency agar aliran air kembali ke jalurnya.

“Selain itu, saya lihat tadi benteng perumahan tidak bertulang, jadi gampang je­bol. Seharusnya nanti dibangun benteng yang bertulang agar lebih kokoh,” tutur Dadang saat meninjau lokasi banjir badang di Perumahan Jati Endah Regency, Desa Jati Endah, Kecamatan Cileng­krang, Minggu (10/2).

Banjir Badang di Kompleks Perumahan Pasir Jatienda, Dusun Pasir Jati RT 04/RW 06, Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, terjadi pada Sabtu (9/2), sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir tersebut, terjadi akibat intensitas hujan yang deras, sehingga sungai di kawasan Jatiendah meluap dan tidak bisa menampung debit air sungai tersebut.

Tiga orang meninggal aki­bat banjir bandang itu, yakni Firdasari, 35 tahun, Nuraini, 25 tahun dan Rauvan, 17 bu­lan. Selain itu, sebanyak tiga orang juga mengalami luka-luka yakni Kiki, 12 tahun, mengalami luka berat, Nisa, 14 tahun, mengalami luka ringan dan Ajay, 45 tahun, mengalami luka ringan. Banjir juga telah mengakibatkan dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.

Dadang mengatakan ke­jadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi terkait penga­wasan dan reboisasi Kawasan Bandung Utara (KBU). Meski­pun lokasi bencana tak masuk KBU, Dadang tak menampik jika banjir bandang ini terkait dengan kondisi KBU di atasnya yang sudah minim resapan.

“Sekarang pengendalian pembangunan sudah dilaku­kan ketat dan terus diawasi, lima desa di Kecamatan Ci­lengkrang yang masuk KBU sudah kami kontrol agar hanya 20 persen yang didirikan bangunan.

Sementara 80 persennya harus menjadi kawasan hi­jau,” kata Dadang. Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment