Bonus Demografi Agar Jadi Berkah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
SDM Indonesia | Sinergi Program Pusat dan Daerah Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bonus Demografi Agar Jadi Berkah

Bonus Demografi Agar Jadi Berkah

Foto : ISTIMEWA
Tito Karnavian, Mendagri
A   A   A   Pengaturan Font
Semakin besarnya penduduk usia produktif Indnesia 10 tahun mendatang, harus dijadikanmomentum untuk meningkatkan kemajuan.

 

JAKARTA – Bonus demografi yang dihadapi Indonesia, harus jadi berkah. Bukan jadi masalah. Karena itu dibutuhkan berbagai langkah untuk membuat bonus demografi itu jadi kekuatan kebangkitan bangsa. Salah satunya adalah lewat peningkat sumber daya manusia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan itu saat menerima dan menyerahkan Salinan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Peresmian dan Pengangkatan Pimpinan DPRD Provinsi Tahun 2019 - 2024 di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (11/11).

Menurut Tito, bonus demografi adalah berkah, sekaligus tantangan yang harus dijawab agar ini jadi modal besar untuk kemajuan bangsa. “Bonus demografi merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia pada Tahun 2030- 2040,” ujarnya.

Tito menambahkan, Indonesia akan menghadapi era di mana bonus demografi akan terjadi. Bonus demografi adalah saat jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif. Tentu ini harus dijawab. Dibutuhkan daya dorong agar sumber maya manusia dari penduduk usia produktif ini benar-benar punya keunggulan.

“Mereka jika tidak difasilitasi akan menganggur, muncul lah demo, tidak percaya pemerintah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM sangat dibutuhkan dalam menghadapi peluang dan tantangan bonus demografi,” kata Tito.

Pemerintah di bawah Jokowi dan Ma’ruf sendiri lanjut Tito, sudah punya misi dan misi untuk menjawab tantangan dan peluang bonus demografi. Sudah dirancang program prioritas pembangunan nasional.

Prioritas pembangunan ini bertumpu pada lima aspek. Pertama pembangunan SDM. Kedua, pembangunan infrastruktur. Ketiga, penyederhanaan regulasi. Keempat, reformasi birokrasi. “Kelima, transformasi ekonomi,” ujarnya.

Presiden Jokowi lanjut Tito, memahami betul masalah-masalah bonus demografi, SDM, dan lain sebagainya. Maka, seluruh program pembangunan yang dirancang memang terkait untuk membuat bonus demografi benar-benar jadi berkah bagi kemajuan bangsa.

Tito juga yakin, sinergi program antara pmerintah pusat dan daerah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang ideal. “Dibutuhkan sinergi dalam memanfaatkan uang negara dan implementasi kebijakan investasi. Dengan demikian, kebijakan sinergi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang ideal,” katanya.

Pertumbuhan ekonominya harus di atas 5 persen, kemudian stabilitas politiknya. Untuk mencapainya, diperlukan pengelolaan APBN dan investasi yang harus sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Generasi Berkualitas

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di depan para menteri Kabinet Kerja, menekankan agar persoalan pendidikan dan pelatihan vokasi dapat dipertajam agar sesuai dengan keinginan untuk mewujudkan generasi yang berkualitas tinggi.

“Supaya itu bonus demografi yang puncaknya ada kurang lebih 2030 bisa kita manfaatkan dan kita bisa melakukan pembangunan sumber daya manusia secara besarbesaran,” kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, kunci dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yakni melalui reformasi di pendidikan dan pelatihan vokasi yang dilakukan secara terpadu dan terintegrasi. ags/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment