Koran Jakarta | November 21 2018
No Comments

Bohemian Rhapsody Juga Rajai Bioskop di Indonesia

Bohemian Rhapsody Juga Rajai Bioskop di Indonesia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Film Biopik tentang perjalanan Fred­die Mercury dan band legendarisnya Queen tengah menjadi fenomena dunia saat ini, tak terkecuali di Indonesia. Bohemian Rhapsody telah ditayangkan di Indonesia sejak 31 Oktober lalu. Dalam minggu perdana penayangannya, Bohe­mian Rhapsody masuk sebagai peringkat pertama dari film-film yang diputar dalam periode yang sama.

Dalam minggu perdana penayangannya di Indonesia, film yang dibintangi Rami Malek ini meraup 1,016 juta dolar AS atau sekitar 15,2 miliar rupiah dan ditayangkan di 402 layar.

Menariknya, film Bohemian Rhapsody yang akrab dengan generasi para pengge­mar band Queen era 80-an ke bawah, tapi hadir di tengah generasi milenial yang mungkin tidak terlalu mengenal band leg­endary asal Inggris tersebut. Namun hal itu tidak menyurutkan niat para remaja untuk menikmati film yang kental dengan setting 70-an tersebut.

“Tadinya saya tidak terlalu mengenal siapa Freddy Mecury dan Queen, tapi se­telah menonton film Bohemian Rhapsody, saya pastikan menjadi salah satu penikmat lagu-lagunya. Saya juga baru tahu lagu “We Are The Champions” yang terkenal itu ternyata laguynya Queen,” papar Dara Andhita seorang Mahasiswi salah satu per­guruan tinggi di Bandung.

Dara mengaku penasaran menonton film Bohemian Rhaspsody karena me­mang tengah heboh. “Heboh banget ya, jadi penasaran. Tapi akhirnya jadi tahu perjalanan vokalis dan band legendaries itu,” kata dia lagi.

Bohemian Rhapsody adalah film yang diangkat dari kisah nyata untuk merayakan musik band rock legendaris Queen dan tentunya vokalis mere­ka yang luar biasa, Freddie Mercury yang dikenal menentang tradisi dan stereotip hingga menjadi salah satu penghibur paling dicintai di planet ini.

Sukses film biopik di Indonesia mengikuti sukses di belahan dunia lainnya yang juga menjadi nomor satu di beberapa negara, mulai dari Prancis, Inggris, Belanda, Russia, dan lainnya.

Dalam data ini, dan juga la­poran sebelumnya dari Variety, terkuak bahwa film ini meraup 72,5 juta dolar AS (1,08 triliun rupiah) di pasar internasional. Di Amerika Serikat sendiri, film ini meraih 50 juta dolar AS, atau sekitar 748 miliar rupiah. Padahal, film yang banyak menuai kritik pada awalnya tersebut hanya mengeluarkan bujet 52 juta dolar AS. S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment