Bodetabek Diminta Tekan Mobilisasi Warga ke Jakarta | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Pencegahan Korona I Masker “Scuba” Kurang Efektif untuk Tangkal Virus

Bodetabek Diminta Tekan Mobilisasi Warga ke Jakarta

Bodetabek Diminta Tekan Mobilisasi Warga ke Jakarta

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font
Masyarakat di daerah penyangga selama ini memiliki mobilitas tinggi untuk keluar dan masuk wilayah Ibu Kota.

 

JAKARTA – Juru Bicara Satu­an Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta agar pemerintah dae­rah (pemda) yang wilayahnya berbatasan dengan DKI Jakarta dapat menekan mobilitas ma­syarakat ke Ibu Kota.

“Kami ingin menyampaikan perlunya sinergitas antardae­rah, terutama yang bersebelahan. Dalam hal ini contoh yang perlu kita perhatikan bersama adalah daerah-daerah pe­nyangga di seputar DKI Jakarta, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (bodetabek), baik kota maupun kabupaten,” kata Wiku dalam keterangan pers dari Istana Kepresidenan, Ja­karta, Selasa (15/9).

Wiku menyebut masyarakat di daerah penyangga selama ini memiliki mobilitas tinggi un­tuk keluar dan masuk wilayah Ibu Kota. Oleh karena itu, perlu ada upaya dari pemer­intah daerah masing-masing wilayah tersebut untuk juga ikut melakukan pembatasan demi menurunkan penularan Covid-19.

“Agar pemerintah daerah betul-betul dapat menekan kasusnya, menekan mobilitas penduduk, agar potensi penu­larannya dapat dicegah,” kata Wiku.

Wiku juga menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerin­tah daerah di wilayah Jabode­tabek ini sangat diperlukan. Ia meminta pemda melakukan koordinasi dengan pusat se­cara rutin.

“Agar kondisinya dapat terkendali dan setiap bantuan yang diperlukan oleh pemerintah daerah dapat dikerah­kan dari pemerintah pusat, maupun juga bantuan kebi­jakan dan peraturan dari dae­rah sekitarnya,” kata dia.

Seperti diketahui, DKI Ja­karta sudah melakukan pengetatan PSBB sejak Senin kemarin dan akan berlang­sung dalam waktu dua pekan. Dengan pengetatan ini, maka sejumlah aktivitas ekonomi dan sosial yang semula sudah dilonggarkan kini kembali dibatasi.

Terus Naik

Wiku menyebutkan ada ke­naikan kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir. Ka­sus Covid-19 periode 6–13 September 2020 naik sekitar 10 persen dibanding pekan sebelumnya.

“Pada satu minggu ini, jum­lah kasus Covid-19 mengalami kenaikan sebesar 10,4 persen,” ujar Wiku.

Wiku menyebutkan lima daerah dengan kenaikan kasus tertinggi, yakni Aceh 69,3 persen dari 423 menjadi 716 kasus. Disusul Jawa Tengah yang naik 52,7 persen dari 1.566 menjadi 2.391 kasus Covid-19. Ketiga, Riau sebesar 41,4 persen dari 846 menjadi 1.196 kasus. Ke­empat, Jawa Barat yang naik naik 19,5 persen dari 1.585 menjadi 1.894 kasus Covid-19. Kelima, DKI Jakarta naik 5,2 persen dari 7.294 kasus men­jadi 7.674 Covid-19.

Karena itu, ia meminta agar seluruh masyarakat tetap waspada terhadap penularan Covid-19. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi pro­tokol kesehatan, seperti me­makai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Pada kesempatan itu, Wiku juga menyatakan masker scuba dan buff kurang efek­tif menangkal virus korona. “Masker scuba atau buff adalah masker dengan satu lapisan saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus lebih besar,” kata Wiku.

n jon/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment