Koran Jakarta | December 11 2018
No Comments
Kasus Narkoba

BNN Telusuri Aliran Dana ke Partai Politik

BNN Telusuri Aliran Dana ke Partai Politik

Foto : ANTARA/Galih Pradipta
Musnahkan Narkoba - Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko (tengah) pada acara pemusnahan barang bukti narkotika, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta, Jumat (7/9). BNN memusnahkan barang bukti narkotika sebanyak 2.223,4 gram sabu-sabu, 24.819 butir ekstasi, 37.408 prekursor cair, 6.122 gram prekursor berbentuk serbuk, dan 201.760,80 gram ganja hasil dari 10 kasus pada 2018.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus menelusuri ada atau tidaknya aliran dana ke partai dari tersangka kasus narkoba atas nama Ibrahim alias Hongkong yang merupakan mantan kader partai Nasional Demokrasi (Nasdem). Saat ini, BNN masih menunggu hasil lengkap dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).


“Kami (BNN) masih menunggu hasil dari PPTAK yang menelusuri aset Ibrahim yang merupakan mantan anggota DPRD Langkat itu,” kata Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari, di Jakarta, Jumat (7/9).


Ia menambahkan, meskipun belum menerima laporan dari PPATK, barang-barang yang tidak bergerak dan barang yang bergerak sudah ditemukan oleh BNN, baik itu berupa kebun sawit, kebun biasa, rumah, kendaraan, dan lain-lain, sudah disita dan diamankan.

“Soal nilainya, kami belum melakukan penaksiran nilai asset itu, karena memerlukan teknik dan ilmu sendiri,” kata Arman.


Ibrahim diketahui memiliki sebanyak 105 kilogram sabu jenis “Blue Ice” ada satu kilogram yang kandungan kemurniannya mendekati 100 persen yang berarti memiliki kualitas sangat baik atau KW 1.

Sedangkan pemeriksaan terhadap sampel pil yang diduga ekstasi sebanyak 30 ribu butir berlogo ‘crown’ adalah narkoba jenis baru yang mengandung “Panthylon” dicampur dengan kafein.


Arman mengatakan, Ibrahim mengaku baru dua kali membawa narkoba jenis baru “Panthylon” dari Malaysia.

“Pengakuan dari anak buahnya yang mengirim narkoba dari Malaysia mengatakan bahwa tersangka (Ibrahim) menerima sudah empat kali. Nah kita tentu tidak berdasarkan hanya berpedoman dari pengakuan semata, nanti akan kita dibuktikan,” katanya.


Menurut Arman, kiriman narkoba jenis baru “Panthylon” yang diterima oleh Ibrahim dari Malaysia lebih dari empat kali.


Musnahkan Barang Bukti


Sementara itu, BNN kemarin memusnahkan barang bukti sebanyak 2.223,4 gram sabu, 24.819 butir ekstasi, 37.408 mili liter prekursor cair, 6.122 gram prekursor berbentuk serbuk, dan 201.760,80 gram ganja.


“Pemusnahan barang bukti narkoba yang kesepuluh, dari sepuluh kasus dengan 21 tersangka,” kata Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko di Lapangan BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat.


Kesepuluh kasus tersebut di antaranya, kejadian di rumah yang diduga menjadi tempat produksi sabu di BTN Griya Pesona Lembang, Majene, Sulawesi Barat, Senin (9/7).

Dari penggerebekan tersebut petugas BNN mengamankan barang bukti berupa bahan prekursor cair sebanyak 37.720 mili liter dan prekursor berbentuk serbuk sebanyak 6.170 gram.


Kasus selanjutnya, petugas sita 2.932 butir ekstasi asal Prancis, di mana BNN dibantu dengan Bea Cukai dan Kantor Pos Pasar Baru Jakarta Pusat mengamankan sebuah paket yang diduga berisi narkotika, Sabtu (2/6). eko/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment