Koran Jakarta | April 26 2019
No Comments
Obat-obatan Berbahaya - Gencarkan Penyuluhan Bahaya Narkotika ke Sekolah

BNN Berusaha Wujudkan Seluruh Desa Bersih dari Narkoba

BNN Berusaha Wujudkan Seluruh Desa Bersih dari Narkoba

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Semakin luasnya peredaran narkoba ke pedesaan, BNN berusaha mewujudkan semua desa di Indonesia bersih dari peredaran narkotika dan obat berbahaya lainnya.

 

 PALEMBANG - Badan Nar­kotika Nasional (BNN) menar­getkan untuk mewujudkan se­mua desa di Indonesia bersih dari peredaran narkotika dan obat berbahaya lainnya. Sema­kin luasnya peredaran narkoba di desa-desa sehingga BNN menduga ada kampung nar­koba, di mana peredaran ba­rang terlarang itu sudah masif.

“Hal ini kami lakukan karena desa sudah menjadi sasaran peredaran narkoba. Oleh kare­na itu kami berkomitmen terus memberantas peredaran ba­rang terlarang tersebut terutama kampung narkoba,” kata Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winar­ko, seusai melantik Duta Antin­arkoba Milenial, di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (10/1).

Duta Antinarkoba Milenial yang dilantik adalah Angga Zu­lika Ramdhani, Ratu Tenny Le­riva, Dion Patria Nugraha, dan Lucyana Natasya.

Heru mengatakan BNN akan menyiapkan dokter yang ditempatkan di kampung nar­koba untuk membina korban narkoba di kampung tersebut. BNN juga mengharapkan ada­nya pelajaran tentang bahaya narkoba. Itu penting sehingga generasi penerus memahami bahaya akan narkoba.

Gubernur Sumatera Sela­tan, Herman Deru mengakui peredaran narkoba sudah ma­suk perkampungan, termasuk di Sumatera Selatan. Untuk itu harus terus dicegah agar peredarannya dapat ditekan. Bahkan pihaknya bertekad Su­matera Selatan menjadi pen­contohan dalam pemberan­tasan peredaran narkoba.

Lakukan Penyuluhan

Duta Antinarkoba Milenial, Ratu Tenny Leriva mengatakan pihaknya akan gencar men­datangi sekolah-sekolah untuk melakukan penyuluhan bahaya narkoba. Penyuluhan itu pen­ting karena pelajar sebagai gen­erasi penerus sehingga harus bebas dari narkoba.

Peredaran narkoba ini sung­guh mengkhawatirkan. Pe­nangkapan pengedar narkoba masih terus terjadi. Seperti yang dilakukan Kepolisian Resor Pe­kalongan Kota, Jawa Tengah.

Kepala Bagian Operasional Polres Pekalongan Kota, Kom­pol Suharsono mengatakan hasil pengembangan penyi­dikan kasus penangkapan se­orang pengedar narkotika dan obat terlarang jenis excimer dan dextromethorphan, Rohm­anul Khakim (42), warga Keca­matan Pekalongan Timur ini karena diduga memiliki jarin­gan narkoba.

“Terungkapnya kasus pengedaran narkoba itu berasal dari informasi masyarakat. Berdasar informasi itu, polisi menyelidiki sekaligus menang­kap tersangka beserta menga­mankan 172 butir excimer dan 648 butir dextromethorphan serta uang 635 ribu rupiah,” kata Suharsono.

Selain meringkus tersangka Rohmanul, berdasar pengem­bangan selanjutnya, polisi menangkap pelaku lainnya yang kini masih diperiksa oleh anggota Polsek Pekalongan Timur.

SM/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment