Koran Jakarta | November 18 2017
No Comments
Badan Negara

BNN Akan Libatkan TNI dalam Pemberantasan Narkoba

BNN Akan Libatkan TNI dalam Pemberantasan Narkoba

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, akan berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, meminta bantuan TNI dalam pemberantasan narkoba. Pelibatan personel TNI itu di bawah naungan dan perlindungan hukum Kepala BNN langsung.

“Meski saat ini sudah ada dua perwira menengah (pamen) aktif TNI yang masuk dalam struktur pimpinan BNN, namun kami masih membutuhkan banyak personel TNI dalam memberantas narkoba,” kata Buwas, panggilan akrab Budi Waseso saat ditemui di acara pemusnahan sabu di Gedung BNN Jakarta, Kamis (14/9).

Sebelumnya, BNN telah melantik dua pamen TNI, yakni Letkol CPM Ivan Eka Satya sebagai Kepala BNN Cimahi dan Letkol Laut CPM Agus Musrichin sebagai Kepala BNN Kota Malang. Ditanya berapa jumlah personel TNI yang dibutuhkan, Buwas enggan menjawab.

“Soal berapa (jumlah yang dibutuhkan) itu rahasia saya. Kalau dikasih tahu, nanti bandar bisa ancang-ancang (mengantisipasi),” ujar Buwas. Bila banyak personel TNI yang terlibat di BNN, hal itu akan memudahkan BNN untuk melakukan operasi pemberantasan narkoba.

“Kita lihat saja, tidak satu-satu, maunya bikin kejutan,” ujar Buwas. Buwas menegaskan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab bila nanti ada kesalahan prosedur dalam pemberantasan narkoba.

“Jikalau nanti TNI mengalami kesalahan dalam pemberantasan di lapangan atau tindakan, saya yang akan langsung bertanggung jawab,” kata Buwas.

Buwas menjamin pelibatan TNI tersebut berada langsung di bawah wewenangnya. “TNI melakukan tindakan langsung di bawah naungan dan perlindungan hukum BNN. Yang pasti untuk penanggung jawab utamanya adalah Kepala BNN,” tukas Buwas.

Dari Malaysia

Kemarin, BNN memusnahkan barang bukti sabu asal Malaysia yang ditangkap pada Jumat (18/8) lalu. Sebelum dimusnahkan, barang bukti sabu sebanyak 40 kilogram yang disita dari jaringan sindikat narkotika Aceh-Malaysia ini, disisihkan sebanyak 40 gram untuk kepentingan uji laboratorium.

“Total barang bukti sabu yang dimusnahkan hari ini adalah 39,96 kilogram,” kata Buwas. Pemusnahan barang bukti ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) Narkotika No 35 Tahun 2009, Pasal 75 huruf (k) dan Pasal 91 Ayat (2).

Dalam pasal tersebut, ditegaskan bahwa barang bukti narkotika wajib dimusnahkan, dalam waktu paling lama tujuh hari terhitung sejak menerima penetapan pemusnahan dari Kejaksaan Negeri Aceh Utara. eko/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment