BNI Syariah Percepat Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Melalui Jalur Litigasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

BNI Syariah Percepat Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Melalui Jalur Litigasi

BNI Syariah Percepat Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Melalui Jalur Litigasi

Foto : Istimewa
Direktur Keuangan BNI Syariah Wahyu Avianto
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA- BNI Syariah mengoptimalkan penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui jalur litigasi dengan menggandeng Pengadilan Agama untuk proses sita eksekusi dan gugatan sederhana.

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/8) berharap kerja sama dengan Pengadilan Agama di seluruh Indonesia diharapkan berjalan lebih baik sehingga berdampak pada kontribusi recovery gugatan sederhana atau sita eksekusi yang lebih optimal.

Pengadilan Agama selaku mediator selama ini sangat membantu membantu proses recovery nasabah bermasalah di BNI Syariah karena selaku mediator mengedepankan mediasi sebelum dilakukannya eksekusi terhadap jaminan BNI Syariah.

“Rata-rata nasabah yang bermasalah tersebut mengambil langkah perdamaian dan berakhir dengan penyelesaian berupa penebusan atau pelunasan,” kata Wahyu.

Penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui jalur litigasi jelasnya merupakan alternatif terakhir apabila proses musyawarah dengan nasabah tidak menemukan titik terang. “Dalam proses ini Pengadilan Agama berperan membantu penyelesaian pembiayaan bermasalah tersebut,” katanya.

Kelebihan dari penyelesaian pembiayaan melalui jalur litigasi adalah putusan dari Pengadilan Agama yang memiliki kekuatan hukum tertinggi dan mengikat kedua belah pihak yaitu nasabah dan BNI Syariah, sehingga wajib dilaksanakan oleh kedua belah pihak.

Saat ini, BNI Syariah telah bekerja sama dengan Pengadilan Agama, dibuktikan dengan pelaksanaan proses sita eksekusi dan gugatan sederhana yang merupakan produk hukum ekonomi syariah di Pengadilan Agama.

Sejak pertengahan tahun 2019 sampai saat ini, realisasi penyelesaian melalui gugatan sederhana mencapai 890,7 juta rupiah. Angka itu merupakan kontribusi dari pengadilan agama di enam kota yaitu Tasikmalaya, Sukabumi, Cirebon, Kediri, Malang dan Batam.

Sementara untuk sita eksekusi realisasinya mencapai 1,8 miliar rupiah yang berasal dari 5 Pengadilan Agama dari enam kota yaitu Semarang, Pekanbaru, Sukabumi, Bengkulu, Makassar, dan Bandung.

Dengan optimalnya penyelesaian pembiayaan bermasalah salah satunya melalui jalur litigasi, diharapkan bisa berkontribusi optimal kepada kinerja perusahaan dan pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas.bud/E-9

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment