BNGA Emisi Dua Obligasi Rp2 Triliun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments
Aksi Korporasi - Laba Konsolidasi CIMB Niaga Per September 2019 Sebesar Rp2,68 Triliun

BNGA Emisi Dua Obligasi Rp2 Triliun

BNGA Emisi Dua Obligasi Rp2 Triliun

Foto : KORAN JAKARTA/WAHYU AP
PAPARAN PUBLIK - Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga Lee Kai Kwong (tengah) bersama Direktur Business Banking CIMB Niaga Rahardja Alimhamzah dan Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara (kiri) saat paparan publik Tahunan 2019 dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2019 serta Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 di Jakarta, Senin (18/11).
A   A   A   Pengaturan Font
Dana yang diperoleh seluruhnya akan digunakan untuk meningkatkan pendanaan dalam mendukung pertumbuhan kredit CIMB Niaga.

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menawarkan surat utang ke publik (obligasi) yang dananya akan digunakan untuk memperkuat permodalan dalam rangka menjalankan fungsi intermediasi.

Dalam pemaparan kepada publik di Jakarta, Senin (18/11), Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga, Lee Kai Kwong, mengatakan perseroan menawarkan dua obligasi sekaligus yaitu obligasi senior berkelanjutan III tahap I tahun 2019 dan obligasi subordinasi berkelanjutan I tahap I tahun 2019.

Menurut Lee, obligasi senior III tahap I tahun 2019 ditawarkan minimal satu triliun rupiah. Obligasi tersebut merupakan bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan III Bank CIMB Niaga dengan target dana sebesar enam triliun rupiah.

“Dana yang diperoleh seluruhnya akan digunakan untuk meningkatkan pendanaan dalam mendukung pertumbuhan kredit CIMB Niaga,” kata Lee.
Obligasi tersebut ditawarkan dengan tenor 370 hari, dua tahun, tiga tahun, dan lima tahun.

“Kami berharap obligasi tersebut menarik minat para investor dan akan mendorong pertumbuhan positif bisnis CIMB Niaga ke depan,” kata Lee.

Sementara itu, untuk obligasi subordinasi berkelanjutan I tahap I tahun 2019 diterbitkan minimal sebesar 100 miliar rupiah. Penerbitan obligasi itu merupakan strategi perseroan untuk memperpanjang tenor pendanaan hingga lima sampai tujuh tahun dalam rangka mendukung pertumbuhan kredit.

Selain itu, inisiatif ini juga dilakukan untuk memenuhi POJK Nomor 14/POJK.03/2017 terkait Rencana Aksi (Recovery Plan) guna menjaga ketahanan permodalan.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk empat perusahaan sebagai penjamin emisi, di antaranya PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Permata Tbk.

Perseroan jelas Lee menjadwalkan masa bookbuilding obligasi tersebut pada 18–29 November 2019 dan penjatahan pada 17 Desember 2019 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 20 Desember 2019.

 

Kinerja Positif

 

Pada kesempatan yang sama, Lee juga menyampaikan hasil kinerja perseroan sepanjang sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2019. Pada periode tersebut, CIMB Niaga telah melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar 2,68 triliun rupiah sehingga menghasilkan earnings per share (EPS) 107,4 rupiah per saham.

Di luar one-off expense sebesar 359 miliar rupiah yang berasal dari biaya untuk Program Purna Karya Sukarela (PPKS) yang dilaksanakan pada kuartal ketiga 2019, laba bersih Business As Usual CIMB Niaga naik 13,7 persen year-on-year (yoy) menjadi 2,95 triliun rupiah.

Menurut Lee, kinerja keuangan CIMB Niaga terus meningkat dari tahun lalu (di luar one-off expense), dengan laba yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan operasional naik sebesar 6,8 persen yoy utamanya dikontribusikan oleh pendapatan non-bunga atau Non Interest Income dan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income yang masing-masing tumbuh 12,1 persen yoy dan 5,1 persen yoy.

“Net Interest Margin tumbuh 25 basis poin (bps) menjadi 5,37 persen pada sembilan bulan pertama 2019 dibandingkan 5,12 persen pada periode yang sama tahun lalu,” tutup Lee.

 

bud/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment