Birokrasi Pemerintah Masih Sangat Ruwet dan Berbelit | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Pelantikan Pamong Praja Muda

Birokrasi Pemerintah Masih Sangat Ruwet dan Berbelit

Birokrasi Pemerintah Masih Sangat Ruwet dan Berbelit

Foto : BPMI SETPRES/LUKAS
PELANTIKAN VIRTUAL PAMONG PRAJA MUDA I Presiden Joko Widodo melantik 881 calon pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXVII Tahun 2020 secara virtual, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/7). Presiden Jokowi mendorong para pamong praja muda menciptakan budaya kerja yang lebih inovatif, lebih cepat, dan efisien dalam melayani masyarakat di birokrasi pemerintahan.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan reformasi birokrasi sangat penting untuk segera direalisasikan.

“Sekarang dan ke depan, bukan negara besar menga­lahkan negara kecil, tapi ne­gara cepat mengalahkan ne­gara yang lambat. Di sinilah justru letak permasalahan pe­merintahan negara kita,” kata Presiden saat menyampaikan sambutan secara virtual dalam acara Pelantikan Pamong Praja Muda Lulusan Institut Peme­rintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXVII Tahun 2020, Rabu (29/7).

Presiden mengingatkan aturan-aturan di birokrasi pe­merintahan saat ini masih sa­ngat ruwet dan berbelit-belit. “Terlalu banyak aturan yang membelenggu diri sendiri, terlalu banyak prosedur, ter­lalu banyak tahapan-tahapan prosedur, birokrasi telah terje­bak oleh aturan yang menyulit­kan, yang dibuatnya sendiri,” ujar Jokowi.

Oleh karena itu, Kepala Ne­gara sangat berharap kepada para pamong praja muda yang baru dilantik ini untuk dapat memberikan nuansa dan pe­mikiran berbeda terhadap bi­rokrasi pemerintahan ke depan.

“Saudara-saudara harus ikut memacu birokrasi me­nempuh jalan smart, shortcut. Harus cepat, efisien, dan hasil­nya langsung dirasakan rakyat. Apalagi dalam krisis ini, cara kerja seperti itu tidak bisa dita­war lagi,” ujar Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta para pamong praja muda bisa me­lakukan perubahan cara kerja baru, dari kerja yang lambat menjadi cepat, dari regulasi yang banyak dan rumit men­jadi sedikit dan sederhana, serta dari standar operasional prosedur yang berbelit-belit ke SOP yang sederhana.

“Para pamong praja muda, harus saudara ingat bahwa saudara-saudara adalah masa depan pemerintahan kita dan penentu reformasi birokrasi di instansi masing-masing,” ujar Presiden.

Presiden meminta lulus­an IPDN bisa menjadi motor penggerak reformasi birokrasi. Jokowi mengatakan ia pa­ham bahwa perjuangan para pamong sangat berat untuk bisa dilantik. Oleh karena itu, ia yakin kebangsaan dan kein­donesiaan para lulusan IPDN telah tertanam kuat. Begitu juga komitmen untuk mela­yani masyarakat.

“Tetapi, komitmen saja ti­daklah cukup. Sebagai pamong praja muda, saudara harus menjadi penggerak inovasi, menjadi motor reformasi bi­rokrasi, menjadi motor pe­ngembangan cara-cara kerja baru, menjadi motor pengger­ak pemerintahan yang baru,” kata Jokowi.

Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia membutuh­kan cara kerja baru yang le­bih inovatif, cepat, dan berani. Jokowi meminta lulus IPDN bekerja lebih inovatif dan cepat dalam melayani masyarakat.

“Sudah saya nyatakan, kita perlu cara-cara kerja baru, kita perlu budaya kerja baru yang lebih inovatif, lebih cepat, berani, smart, shortcut,” kata Jokowi. n fdl/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment