Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
Komitmen BTN

Biayai Perumahan dengan Dobel Skema

Biayai Perumahan dengan Dobel Skema

Foto : ANTARA /Mohamad Hamzah
A   A   A   Pengaturan Font

Proyek pembangunan sejuta rumah untuk rakyat telah digulirkan pemerintah sejak 2015. BTN siap melakukan pembiayaan dengan dobel skema, subsidi selisih bunga dan FLPP. 

Melalui program sejuta rumah, pemerintah menyediakan rumah subsidi dengan harga dan cicilan yang terjangkau. Rumah yang dibangun berkategori rumah dengan Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan ‎Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau lebih sering disebut sebagai rumah subsidi. 

Harapannya, semua PNS dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seperti nelayan dan buruh, bisa segera memiliki rumah. Sebab, angka kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tempat tinggal di Indonesia cukup tinggi, mencapai 13,5 juta rumah. 

Artinya, masih ada 13,5 juta kebutuhan rumah layak huni yang belum bisa terpenuhi oleh pemerintah. Program ini sekaligus untuk mengurangi tingkat kekumuhan permukiman di berbagai wilayah di Indonesia. 

Program sejuta rumah adalah harapan baru bagi rakyat yang belum punya rumah. Program ini memiliki kemudahan dari beberapa aspek, antara lain uang mukanya. Yakni, hanya 1 persen dari total harga keseluruhan. 

Padahal, sebagai perbandingan, uang muka perumahan komersial biasanya 20-30 persen dari total harga. Kemudahan lain, jangka waktu kreditnya sampai 20 tahun.  Pemerintah telah menunjuk PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk (BTN) sebagai bank penyedia kredit rumah bersubsidi.

Namun, saat ini BTN fokus di pembiayaan perumahan rakyat dengan skema SSB. BTN optimistis bisa mencapai target pembiayaan rumah subsidi meski sudah tidak termasuk ke dalam bank penyalur FLPP. 

Pasalnya, dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Uang Muka, KPR yang bisa dibiayai akan lebih banyak. Direktur Utama BTN Maryono menegaskan, perseroan hingga saat ini masih terus membiayai rumah subsidi.

Menurut Direktur Utama BTN, Maryono, bagi BTN tidak ada imbasnya dengan SSB, malah BTN bisa membiayai rumah subsidi lebih banyak lagi dan berlipat-lipat. 

"Tahun depan BTN siap dengan skema dua-duanya, SSB maupun FLPP, BTN sangat siap," terang Maryono dalam keterangan pers di sela acara Tour de Borobudur 2017 di Magelang, Minggu (12/11).  Artinya, BTN tetap fokus membiayai perumahan murah bersubsidi. 

“Skemanya sekarang pakai sistem subsidi uang muka dan subsidi selisih bunga. Dengan sistem yang seperti ini jumlah yang dibiayai bisa lebih banyak." 

Hingga Juni 2017 pembiayaan perumahan yang disalurkan BTN mencapai 370.217 unit rumah atau setara 55,58 persen dari target. Dukungan tersebut terdiri atas penyaluran KPR untuk sekitar 106.218 unit rumah dan pemberian kredit konstruksi untuk pembangunan sekitar 263.999 unit rumah. 

Sejak Program Sejuta Rumah berjalan pada April 2015 kredit perumahan yang telah disalurkan mencapai 1,44 juta unit senilai 156 triliun rupiah. Khusus rumah subsidi, per Juni 2017, BTN telah menyalurkan KPR untuk 367.070 unit senilai 40,26 triliun dan dalam bentuk kredit konstruksi untuk 561.046 unit dengan nilai 22,18 triliun rupiah. 

Sementara untuk rumah nonsubsidi, BTN telah merealisasikan KPR untuk 127.993 unit rumah dengan nilai 35,16 triliun rupiah dan kredit konstruksi untuk 383.747 unit dengan nilai 58,34 triliun rupiah. 

Bagikan Rumah 

BTN Tour de Borobudur (BTN TDP) yang didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengakhiri etape kedua di pelataran candi Borobudur, Minggu 12/11. Hadiah utama berupa

rumah ya diperebutka oleh peserta gowes BTN TDP itu akhirnya dimenangkan oleh salah satu peserta gowes pada event tersebut. 

Selain ajang BTN Tour de Borobudur XVII, ada beberapa aksi sosial yang juga dilakukan misalnya untuk setiap 1 km yang ditempuh setiap peserta, akan disumbangkan dana senilai

1.000 ruoiah Dari aksi tersebut terkumpul 181 juta ruoiah yang kemudian disumbangkan ke Pemprov Jateng.

BTN juga ikut melestarikan lingkungan di Bendungan Jatibarang dengan menebar 10 ribu benih ikan dan menanam 1.000 bibit pohon buah di kawasan waduk yang juga menjadi objek wisata Semarang tersebut. 

“Besar harapan kami, bantuan ini memiliki multiplier effect bagi masyarakat Jawa Tengah. Sehingga wujud nyata BUMN Hadir Untuk Negeri benar-benar dirasakan masyarakat di

sini,” ujar Maryono.

Etape kedua BTN TDB ini melalui Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dibangun oleh beberapa BUMN termasuk Balkondes di Karanganyar yang dibangun oleh BTN. yun/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment