Koran Jakarta | November 21 2017
1 Comment
Perekonomian Daerah

BI Prediksi LPE Jabar 2017 Tumbuh Moderat

BI Prediksi LPE Jabar 2017 Tumbuh Moderat

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat (Jabar) tahun ini di kisaran 5,5–5,9 persen. Konsumsi domestik dan belanja infrastruktur bakal menjadi penggerak utama pertumbuhan tahun ini.

Kepala Perwakilan BI Jabar, Juda Agung, mengatakan pertumbuhan ekonomi Jabar cukup tinggi didorong dari sisi domestik, di mana konsumsi diperkirakan masih kuat didukung oleh penurunan suku bunga kredit dan perbaikan belanja infratruktur dari tahun lalu.

“Di samping itu, kenaikan UMK juga diperkirakan akan menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya di kantor BI Jabar, Kota Bandung, Selasa (7/3).

Dia mengatakan perekonomian Jabar juga terbantukan pertumbuhan industri otomotif, di mana sejumlah pabrikan otomotif yang berlokasi di Jabar terus meningkatkan kapasitas produksi dan ekspornya.

Selain itu, lanjut Juda, investasi bidang infrastruktur semakin membaik seiring penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur strategis, seperti Jalan Tol Cisumdawu, Bandara Kertajati, Light Rail Transit (LRT), serta pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).

“Ekspor Jabar juga akan meningkat, terindikasi dari perbaikan perekonomian global, terutama negara tujuan ekspor Jabar. Di sisi lain, industri andalan Jabar seperti pengolahan, perdagangan, pertanian, dan perikanan sepanjang tahun lalu mengalami tren peningkatan, yang akan berlanjut tahun ini,” paparnya.

Seperti diketahui, LPE Jabar pada 2016 mencapai 5,67 persen, naik dari tahun sebelumnya sebesar 5,04 persen.

 

Inflasi Terkendali

 

Sementara itu, BI Jabar memperkirakan inflasi Jabar akan terkendali pada kisaran 3-5 persen. Meski demikian, risiko perubahan harga yang diatur pemerintah atau administered prices dan volatile food harus tetap diwaspadai sebagai pendongkrak inflasi.

Menurutnya, pencabutan subsidi tarif listrik PLN selama tiga kali pada pada Januari, Maret dan Mei akan memberikan dampak dorongan inflasi sebesar 0,91 persen hingga 0,95 persen. Selain itu, kenaikan tarif STNK di Jabar akan menambah dampak inflasi sebesar 0,17 persen.

Meski demikian, Juda mengungkapkan BI sudah memperkirakan kemungkinan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. “Kami sudah mengantisipasi hal itu, sehingga perkiraan inflasi kita canangkan bisa dibawah 5 persen,” tegasnya.

Berbagai upaya yang akan dilakukan BI dan Pemetintah Provinsi Jabar untuk mengendalikan inflasi, diantaranya dengan mengoptimalkan sistem resi gudang yang terintegrasi dengan pasar lelang.

 

tgh/E-10

View Comments

Audel
Minggu 12/3/2017 | 13:05
Komentar dihapus

Submit a Comment