Bertanya ke “Mbah Google” dari Panggilan Telepon | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments

Bertanya ke “Mbah Google” dari Panggilan Telepon

Bertanya ke “Mbah Google” dari Panggilan Telepon

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Data dari GSMA Mobile Economy Report tahun 2019 menunjukkan di Indonesia masih terdapat gap atau kesenjangan digital antara penduduk di kota besar dan perdesaaan. Sekitar 45 persen masyarakat Indonesia tinggal di area perdesaan, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain di Asia Pasifik.

Menurut GSMA Intelligence 2020, dari sekutar 2.072 penduduk Indonesia jumlah pengguna internet baru sekitar 174 pengguna. Artinya, masih banyak masyarkat Indonesia yang belum memiliki akses kepada internet.

Kesenjangan digital di Indonesia salah satunya terkait kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Kondisi itu menyebabkan akses informasi digital belum mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk menjawab keterbatasan tersebut, layanan IM3 Ooredoo ‘Phone Line’ dengan Asisten Google hadir sebagai solusi penghubung ke dunia digital,” ujar Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama di Jakarta, Senin (10/2).

IM3 Ooredoo ‘Phone Line’ dengan Asisten Google, dengan melakukan pertanyaan ke Asiten Google lewat suara dengan menekan angka 696. Asisten Google akan menjawab apa pertanyaan pengguna secara gratis, misalnya menayakan, “Apa bertia terkini?” atau “Apa rumus teori phitagoras?” hingga pertanyaan tentang “Apa restoran Padang terdekat?” dan lainnya.

Jalin Kerja Sama Kerja sama antara Indosat Ooredoo dengan Google dilakukan dalam mewujudkan inklusi digital, dengan memberikan fasilitas seperti layaknya internet dengan mencari informasi perintah suara ke Asisten Google.

Cara ini dinilai mampu memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses internet dan penggunaan feature phone yang masih tinggi. IM3 Ooredoo ‘Phone Line’ dengan Asisten Google akan membuka potensi yang dimiliki masyarakat dengan cara menghubungkan mereka ke dunia digital.

“Ke depannya, kami berharap dapat bekerja sama dan membantu Indonesia memperkuat potensinya dengan teknologi baru,” kata Ahmad. Dia mengatakan layanan Asisten Google melalui panggilan telepon membantu para tunanetra dalam mendapatkan informasi.

Menurut estimasi Kementerian Kesehatan RI, jumlah tunanetra di Indonesia saat ini mencapai 1,5 persen dari seluruh penduduk dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia berjumlah 250 juta, maka setidaknya terdapat 3,750,000 tunanetra, baik kategori buta maupun lemah penglihatan.

Layanan Asisten Google bagi pelanggan IM3 Ooredoo yang dulunya hanya tersedia di 5 kota saja kini sudah meluas hingga seluruh Indonesia yang tersedia jaringan Indosat Ooredoo.

Dengan demikian, hampir seluruh masyarakat di Indonesia bisa menggunakan layanan tersebut. Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, mengatakan pihaknya merasa berkewajiban untuk turut memastikan agar setiap orang Indonesia memiliki kesempatan melakukan sesuatu yang hebat bagi diri mereka sendiri dan nusa bangsa, melalui teknologi.

“Kami sadar betul bahwa dibutuhkan kerja sama dengan berbagai kalangan, saling bahumembahu untuk dapat mewujudkan misi kami ini dan maju bersama. IM3 Ooredoo Phone Line dengan Asisten Google yang diharapkan dapat membantu memperluas akses informasi kepada masyarakat Indonesia,” ujar dia.  hay/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment