Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Bersyukur, Rahasia Hidup Bahagia

Bersyukur, Rahasia Hidup Bahagia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Chicken Soup for the Soul: Kekuatan Bersyukur

Editor : Amy Newmark dan Deborah Norville

Tebal : xviii + 504 halaman

Penerbit : Gramedia

Cetakan : Pertama, 2018

ISBN : 978-602-03-8103-9

Meraih hidup bahagia sebenarnya banyak tergantung pada sikap batin. Penderitaan atau kesengsaraan hidup sering kali terjadi karena sikap batin yang tidak tepat. Buku ini menyajikan kisah-kisah inspiratif tentang kekuatan bersyukur sebagai salah satu sikap batin yang dapat mengantarkan pada kebahagiaan. Bersyukur dalam 101 kisah yang tersaji dalam dimaknai melalui pengalaman beragam sehingga nuansanya menjadi sangat kaya.

Dalam pengantar ditegaskan, bersyukur tidak sama dengan mengucapkan terima kasih. Memang benar ucapan terima kasih sebagai salah satu wujud sikap sopan santun dapat membantu memperlancar hubungan sosial. Namun, bersyukur memiliki makna yang jauh lebih mendalam (hlm xii).

Elizabeth Atwater menceritakan perubahan cara pandangnya tentang kakeknya saat meninggal dunia. Sejak kecil hingga remaja, dia memandang kakeknya sebagai laki-laki yang tak punya apa-apa. Kakeknya hidup paspasan dan bekerja sebagai tukang. Rumahnya sesak dan lusuh. Perabotnya tidak menarik. Dalam hati, Atwater kerap mencemooh saat kakeknya bercerita tentang keberuntungan hidup.

Namun, pandangan Atwater berbalik ketika hadir pada pemakaman kakeknya. Atwater terkesiap saat melihat orang nyaris sekota hadir pada acara pemakaman. Bill Fletcher, hartawan di kota kecil itu memberi kesaksian luar biasa tentang kakeknya. “Dia tidak pernah punya banyak uang, tetapi betapa berharga harta yang dimilikinya,” kata Fletcher.

Atwater tersadar, kakek yang di matanya tak punya apa-apa itu ternyata dipandang dengan iri hati oleh orang yang memiliki segalanya (hlm 316–318). Kakek Atwater yang hidup penuh syukur atas anugerah hidup. Kakek melihat segala sesuatu dengan hatinya yang bening sehingga semua dapat benar-benar terasa dan merasuk batin. Itulah yang membuatnya bahagia.

Bersyukur pada dasarnya juga tentang perspektif. Orang yang sulit bersyukur lebih sering berpikir negatif sehingga tidak mampu melihat berkah. Kisah Diane Stark dapat mewakili orang-orang yang suka mengeluh masalah sepele yang tidak disukai. Dia menutupi limpahan kebaikan lainnya. Stark mengomel saat kehabisan krim kopi. Juga ketika tidak suka warna mobilnya. Padahal, di Afrika ada anak-anak yang kesulitan mendapat sepatu dan berisiko terkena kutu jiggers sehingga kakinya kadang harus diamputasi.

Stark sadar, kegembiraannya selama ini sering direnggut cara pandang yang membuat sering mengeluh. Bersyukur adalah jalan keluarnya (hlm 194-198). Kesadaran untuk bersyukur kadang tidak mudah diraih, membutuhkan latihan. Membuat perbandingan seperti dilakukan Stark, salah satu bentuknya. Ada juga cara lain seperti dalam kisah Earlene yang mengeluhkan suaminya mulai memasuki pensiun. Temannya lalu menyarankan Earlene untuk menulis daftar kebaikan suaminya. Daftar inilah yang kemudian membuatnya berubah dan mulai bersyukur (hlm 90-92).

Kisah-kisah lain mengungkapkan, bersyukur dapat menekan beban hidup dan mengikis stres. Ada emosi positif yang ditularkan dalam sikap syukur. Karena itu, bersyukur dapat menyegarkan hidup yang suntuk dan dipenuhi pikiran jelek tentang situasi aktual.

Di tengah kehidupan saat ini yang terasa semakin penuh beban, buku ini memberikan pelajaran penting tentang cara membentuk sikap batin positif untuk meraih kebahagiaan. Kisah-kisahnya bertolak dari pengalaman hidup sehari-hari yang sederhana membuat buku tidak terkesan menggurui. Ini membuat pelajarannya terasa sangat membumi.

Diresensi M Mushthafa, Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Jawa Timur

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment