Versi Beta 3.6

 
 
  [ Gunakan Mozilla FireFox untuk tampilan terbaik ]  
Koran Jakarta Edisi Cetak : 793 - 03 September 2010  

 
 
       
 
  Umum | Perada  
 
 

Resize Huruf
:

 
 
Melacak Jejak Horor ala Barat

Jumat, 19 Februari 2010

Judul : Kumpulan Budak Setan
Penulis : Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun : I, Februari 2010
Tebal : xvii + 174 halaman
Harga : Rp30.000,-

Masih ingatkah Anda pada Abdullah Harahap? Bagi Anda yang menyukai cerita-cerita horor sekitar tahun ‘70 – ‘80-an tentu ingat betul Abdullah Harahap yang selalu bercerita seputar balas dendam, seks, pembunuhan, serta motif-motif cerita setan, arwah penasaran, objek gaib (jimat, topeng, susuk), dan manusia jadi-jadian.

Tapi bagi Anda yang tidak ingat karena tidak tahu, jangan khawatir karena Anda sekarang akan diajak tiga penulis muda berbakat: Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad untuk melacak jejak cerita-cerita horor yang diusung Abdullah Harahap dalam sebuah buku berjudul Kumpulan Budak Setan Melalui judul buku dan tampilan sampulnya yang menampakkan perempuan berwajah seram dengan berceceran darah, kita dibuat merinding, apalagi untuk membaca cerpencerpen di dalamnya.

Tapi kembali saya mengingatkan Anda untuk tidak khawatir karena ketiga penulis muda itu tidak sekadar mengulang ceritacerita horor, melainkan dengan penuh kesadaran mengambil sudut cerita yang aktual dengan keadaan sekarang.

Meski penulisan buku ini berangkat dari membaca ulang karya-karya Abdullah Harahap, tidak serta-merta terjebak tema cerita-cerita horor yang diusungnya, karena ternyata ketiga penulis tersebut sepertinya mencoba menuntaskan dahaga penasarannya untuk kemudian menakar kebebasan bercerita yang tentu sesuai dengan daya kreatif mereka masing-masing.

Mulai dari Eka Kurniawan yang di 2004 menulis cerita horor Manusia Harimau itu tidak melulu mengangkat perihal mistiknya, seperti pada cerita Jimat Sero (hal 31-41), tapi ia mencoba sesuatu yang baru dengan gaya khas berceritanya untuk menguji kekuatan gaib jimat itu.

Ada logika yang Eka pakai dalam bercerita untuk tidak serta-merta langsung menyimpulkan bahwa benda bernama jimat itu memang memiliki kekuatan gaib, tapi lebih pada keadaan psikis tokoh utama aku yang dialaminya ketika berhadapan dengan lawan cerita di dalamnya yang membuat jimat kemudian punya “kekuatan”.

Akhir cerita bahkan dibuat sangat mengejutkan karena yang memberinya jimat, istilahnya “memberi kekuatan lebih pada dirinya”, justru kemudian berkhianat dengan meniduri kekasihnya, tapi ia tidak dendam, hanya membiarkannya.

Anehnya bahkan ia senang-senang saja. Akhir cerita seperti ini mungkin “menjadi lain” kalau di tangan Abdullah Harahap. Begitu juga dengan Intan Paramaditha yang pernah menulis kumpulan cerita horor Sihir Perempuan (2005).

Salah satu cerpennya Goyang Penasaran (hal 43-58) yang mengangkat cerita keseharian di masyarakat kita, yaitu tentang tokoh utama Salimah, penyanyi dangdut yang mati tragis sekali karena digebuki massa.

Sebuah cerita yang sebenarnya kental mengenai seksualitas dengan dibumbui adanya intrik-intrik politik, tapi dikemas dengan cara berbeda karena di akhir cerita Intan sekilas “membangkitkan” Salimah dengan pesona cerita yang tetap menampilkan Salimah menggoda dengan goyangan erotis sehingga membuat orang akan selalu penasaran.

Gaya bercerita seperti itu tampaknya pengaruh dari cerita film horor ala Barat yang tidak serta-merta berhenti pada seorang tokoh antagonis mati, tapi pada pesona kisah tokoh yang menarik perhatian penonton.

Meski sekilas tapi akan tetap membekas sehingga terbuka peluang untuk sambungan cerita berikutnya. Mungkin karena Intan pernah melakukan penelitian dan kemudian dibukukan tentang film terkait dengan wacana politik, seksualitas, dan (trans)nasionalisme.

Peresensi adalah Akhmad Sekhu, penulis lepas, tinggal di Jakarta.



  Di Lihat : 248 | Komentar : 0

 
 
 
 
   BACA JUGA :


   BERITA KEMARIN :

 
     
 
  KIRIM KOMENTAR BERITA  
         
  Nama Anda
:
Wajib diisi!  
  E-mail Anda
:
 
  Isi Komentar ( Maks 500 Chr )
:
Wajib diisi!  
  Kode Verifikasi
:
 
     
* ketik kode verifikasi di atas
 
       
         
 
 
 
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar


 
         
   
 
  Umum
  • Persaingan Makin Ketat
    Jumat, 03 September 2010
    Kejuaraan Dunia Bola Basket di Turki, Kamis (2/9), memberikan banyak kejutan. ... Selengkapnya

  • Harapan Baru Woods di FedEx Cup
    Jumat, 03 September 2010
    Para penggemar Tiger Woods mengharapkan idolanya segera bangkit dari keterpurukan.... Selengkapnya

  • KOI Setujui Dua Petinju untuk Asian Games
    Jumat, 03 September 2010
    Pengurus Pusat Pertina akhirnya sepakat dengan KOI untuk mengirimkan hanya dua petinju ke Asian Game... Selengkapnya

  • Unggulan Berguguran
    Jumat, 03 September 2010
    Cuaca panas dan embusan angin kencang menyulitkan beberapa petenis mengembangkan permainan hingga be... Selengkapnya

  • Gay Cundangi Caster
    Jumat, 03 September 2010
    Pelari asal Amerika Serikat (AS), Tyson Gay, akhirnya mampu membalas kekalahannya atas sprinter asal... Selengkapnya

  • Mark van Bommel , Kapten “Oranje”
    Jumat, 03 September 2010
    Beberapa hari sebelum laga melawan San Marino, Sabtu (4/9) dini hari, Belanda memiliki kapten baru, ... Selengkapnya

  • Pembuktian “Les Bleus”
    Jumat, 03 September 2010
    Setelah tampil buruk pada Piala Dunia 2010, Prancis mengawali laga resmi perdana dalam ajang Kualifi... Selengkapnya

  •  
     

     
     
           
     
    Copyright © Juli 2009 | Departemen Teknologi Informasi Koran Jakarta

     Beranda | Umum | Ekonomi | Rona  | Minggu | Galeri Foto | Koran Digital | RSS RSS

     Profil Perusahaan | Sejarah Singkat | Profil Pembaca