Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments

Bergerak Bersama #LawanNeuropati

Bergerak Bersama #LawanNeuropati

Foto : Dok. Panitia
A   A   A   Pengaturan Font

Lebih dari 5000 orang bergerak bersama melawan neuropati dengan mengikuti fun walk, pemeriksaan kesehatan saraf secara gratis di 25 lokasi Neuropathy Check Point(layanan pemeriksaan kesehatan saraf) yang tersedia di area acara, serta olahraga untuk kesehatan saraf (Neuromove) di acara puncak Jakarta Neurology Exhibition Workshop and Symposium (Jaknews) 2017 di Jakarta, Minggu (26/3).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kampanye Bergerak Bersama #LawanNeuropati yang diinisiasi oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Seluruh Indonesia (PERDOSSI) dan Merck, perusahaan sains dan teknologi terkemuka. Acara ini juga dihadiri oleh Kementerian Kesehatan RI, Kemenpora RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Jaknews 2017 terdiri dari  kegiatan seminar danworkshop bagi dokter spesialis saraf se-Indonesia dan acara puncak Bergerak Bersama #LawanNeuropatiyangdiikuti oleh para dokter spesialis saraf, anggota PERDOSSI, pasien dengan neuropati dan anggota dari berbagai komunitas kesehatan yang ada di Jakarta. Kebersamaan ini menunjukan sistem yang bergerak bersama dan selaras dalam menggaungkan upaya pencegahan neuropati.

Ketua Umum PP PERDOSSI dan Konsultan Neurologis, Hasan Machfoed mengatakan, Tema Bergerak Bersama #LawanNeuropatimenjadi penting karena menunjukkan sinergi dan ajakan bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai neuropati.

“Kami dari PERDOSSI mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta serta Merck yang secara konsisten mendukung upaya pencegahan neuropati,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (26/3)

Kami merespon dan mendukung kebijakan pemerintah yang fokus pada upaya preventif dan promotif sehingga tidak hanya melakukan kegiatan kuratif tapi juga langsung terjun mengedukasi dan menggerakkan masyarakat dan komunitas untuk melakukan pencegahan neuropati.”

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek yang diwakilkan oleh Lily S Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI mengatakan, neuropati merupakan kerusakan atau penyakit yang mempengaruhi saraf sehingga menyebabkan terganggunya sensasi, gerak, fungsi organ atau aspek kesehatan lainnya tergantung pada saraf yang terkena.

“Penyebab yang sering terjadi selain karena penyakit adalah karena defisiensi vitamin, serta gaya hidup modern yang menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik. Saat ini banyak penderita penyakit tidak menular seperti Neuropati yang berusia muda.

Oleh karena itu deteksi dini pentingdilakukan untuk mengetahui lebih awal terjadinya suatu penyakit dan tata laksana dini yang diperlukansehingga penyakit tersebut dapat dicegah.Melalui acara edukatif ini, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk secara aktif menjaga kesehatan. Jalankan pesan CERDIK. CERDIK itu adalah Cek kesehatan secara berkala,Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress dengan baik,” paparnya

Lebih lanjut, beliau menyampaikan, “Sejak tahun laluPemerintah telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga sendiri. Ajak seluruh keluarga untuk melakukan aktifitas fisik selama 30 menit perhari, mengkonsumsi buah dan sayur serta periksa kesehatan secara rutin. Membiasakan diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat, untuk menghindarkan diri dari berbagai macam penyakit.Sebarkan kebiasaan baik ini kepadateman, tetangga dan lingkungan sekitarAnda.”

Soni Sumarsono,Plt. Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwakili Widyastuti - Kabid P2PN Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, mengatakan,  DKI Jakarta mendukung masyarakat menjadi lebih sehat melalui olahraga.

“Saat ini, Jakarta telah menyediakan beragam ruang terbuka hijau dan RPTRA sebanyak 188 yang dapat dimanfaatkan oleh semua anggota keluarga secara gratis.Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas terbuka ini. Gunakan untuk pencegahan neuropati. 

Dinas Kesehatan juga memberikan pelayanan kesehatan melalui Tim Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH), yang terdrii dari dokter, perawat dan bidan.Tujuannya adalah meningkatka njangkauan pelayanan dan memastikan masyarakat Jakarta mendapatkan pemeriksaan kesehatan terutama deteksi dini penyakit tidak menular yang sesuai standar,” tuturnya.

Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk, Holger Guenzel, mengatakan, Merck bersama dengan PERDOSSI konsisten menjadi inisiator untuk melalukan edukasi mengenai pencegahan neuropati.

“Kali ini, kami juga mengajak banyak pihak untuk Bergerak Bersama #LawanNeuropati. Untuk mendukung edukasi neuropati, MERCK konsisten memberikan solusi menyeluruh, yang tahun ini dilengkapi dengan Neuromobi yaitu Layanan Pemeriksaan Kesehatan Saraf yang akan menjangkau lebih banyak orang untuk melakukan deteksi dini neuropati. Neuromobi akan berkeliling ke 4 kota besar di Indonesia untuk melakukan pengecekan kesehatan saraf masyarakat setempat. Selain itu, kami tetap akan melanjutkan sosialisasi Neuromove yang merupakan senam kesehatan saraf ke komunitas senam dan masyarakat awam, bekerja sama dengan instansi pemerintah dan melakukan edukasi melalui media sosial,” tuturnya.

Ketua Pelaksana Jaknews 2017, Ahmad Yanuar Safri menjelaskan lebih lanjut mengenai puncak acara Jaknews 2017, dimana Acara kali ini diikuti oleh lebih dari 900 dokter spesialis saraf, dokter umum, dan perawat dari seluruh Indonesia yang hari ini meliputi simposium dan lokakarya ilmiah di bidang neurologi.

“Untuk mempererat kedekatan hubungan antara dokter dan pasien kami juga mengajak 7 komunitas kesehatan yang berkaitan dengan penyakit saraf yang ada di Jakarta, yaitu Yayasan Stroke Indonesia, Yayasan Myasthenia Gravis, Yayasan Transverse Myelitis, Yayasan Epilepsi, Yayasan Multiple Sclerosis, Yayasan Alzheimer Indonesia, Cancer Information and Support Centre, berpartisipasi dalam acara ini. Salah satu acara puncak adalah fun walk bersama dokter, pasien dan masyarakat umum untuk bersama #LawanNeuropati dengan cara meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan neuropati dan kesehatan saraf tepi. Masyarakat juga difasilitasi untuk mendeteksi kesehatan sarafnya melalui 25 booth Neuropathy Check Point yang berlangsung sepanjang acara. Harapannya, acara ini dapat meningkatkan awareness masyarakat untuk mulai melakukan pencegahan neuropati,” tuturnya. san

 

 

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment