Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments
Kathleen Kennedy, Presiden Direktur Lucasfilm

Berani Ambil Risiko

Berani Ambil Risiko

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Keputusan Kathleen Kennedy untuk terjun ke rimba Hollywood berawal setelah dia menyaksikan film fiksi ilmiah karya steven Spielberg, Encounters of the Third Kind.

Baru-baru ini, Lucasfilm Limited, perusahaan produksi film asal Amerika Serikat (AS), kembali merilis bagian kedua dari trilogi ketiga kisah pertempuran galaksi Star Wars: The Last Jedi. Seperti film-film Star Wars sebelumnya, seri The Last Jedi menghasilkan keuntungan yang fantastis.

Pada pekan pertama, film karya sutradara Rian Johnson itu menghasilkan 220 juta dollar AS untuk pasar domestik. Sementara di pasar internasional, pendapatannya tak kalah gemilang, yakni meraup 230 juta dollar AS setelah satu minggu dalam pemutaran serentak di 54 negara.

Forbes memperkirakan, pada ujungnya film tersebut akan mengumpulkan pendapatan sekitar 1,3 miliar dollar AS dari seluruh penjuru dunia. Jumlah ini belum termasuk pemasukan dari penjualan beragam pernak-pernik dan film edisi DVD serta Blu-ray.

Tradisi Star Wars sebagai mesin pengeruk uang tak lepas dari tangan dingin Kathleen Kennedy, sang Presiden Direktur Lucasfilm. Pasca raksasa hiburan dunia The Walt Disney Company mengakuisisi Lucasfilm dengan nilai 4,05 miliar dollar AS, Kathleen Kennedy menggantikan George Lucas, yang juga pencipta Star Wars sebagai pucuk pimpinan. Penunjukan Kennedy tak lepas dari jam terbangnya di dunia perfilman Hollywood.

Kathy, begitu dia disapa, berasal dari keluarga yang dekat dengan dunia seni perfilman. Lahir pada 5 Juni 1953, di Berkeley, negara bagian California, dari seorang ibu bernama Dione Marie yang dikenal sebagai aktris teater, sedangkan ayah, Donald R Kennedy, seorang hakim dan pengacara. Sementara itu, saudara kembarnya, Connie, sekarang menjadi produser eksekutif dari Virtual Production Company Profile Studios.

Kathy menggantikan George Lucas memimpin Lucasfilm Oktober 2012, setelah “Ayah dari Star Wars” itu mengundurkan diri demi keluarga. Meski kenyang pengalaman, menjalankan perusahaan dengan skala lebih dari 2 ribu karyawan di tiga benua, bukanlah hal yang mudah.

Kathy harus mengubah dari perusahaan yang sudah tidak membuat film untuk beberapa lama, menjadi dan perusahaan waralaba yang lebih produktif.

Sejumlah pengamat menilai meski mumpuni dalam urusan special effect, Lucasfilm sangat membutuhkan revitalisasi. Rumah produksi itu seperti lupa bagaimana menceritakan kisah-kisah hebat dan asli, tidak pernah ada departemen cerita.

Di tengah semua itu, Kathy harus mengerem pengeluaran perusahaan. Dia mulai melakukan beberapa PHK kecil, terutama di dalam tim animasi, dan menutup divisi video game Lucasfilm.

Tantangan baru muncul saat atasan barunya, Bob Iger, pemimpin The Walt Disney Company, ingin melanjutkan sukses Star Wars. Rencana itu memaksa Kathy harus memeras otak mencari jalan bagaimana memuaskan ambisi Iger. Tugas yang mendesak adalah memikirkan kembali alur cerita yang telah diangkat Lucas untuk episode Star Wars yang baru.

Kathy, sejujurnya, tidak senang dengan rencana tersebut. Bos barunya di Disney mengharapkan film tersebut bisa diluncurkan pada musim panas 2015, namun dia menyatakan proyek itu akan sia-sia tanpa alur cerita yang hebat di hati penonton.

Kathy diam-diam merekrut pembuat serial TV Lost dan sutradara Star Trek, JJ Abrams, dan penulis naskah, Lawrence Kasdan, sebagai tim inti untuk Star Wars episode VII, The Force Awakens. Selain film, dia juga harus memikirkan bagaimana menjalankan waralaba Star Wars dalam berbagai bisnis mulai video game, animasi, dan komik. “Kami punya tim yang luar biasa, yang terbaik di bidangnya untuk seluruh penanggung jawab setiap pekerjaan,” tuturnya dalam akun resmi Star Wars di YouTube Channel.

Dia melanjutkan, hal yang paling menarik bagi penonton setelah film pertamanya 40 tahun lalu adalah, akan dibawa ke mana cerita Star Wars. Untuk itu, studio harus berani melampui batas imajinasi yang umum. “Kami bicara seperti apa untuk 10 tahun ke depan, dan bekerja sama dengan orang-orang baru yang masuk ke dunia Star Wars. Bersama mereka, kami akan menuju ke tempat yang belum pernah terbayangkan, itulah yang menarik dari pekerjaan ini, semua kemungkinan terbuka,” tuturnya.

Banyak Belajar

Kathy mengaku,untuk mencapai tujuan itu, dia banyak belajar dari George Lucas. Dia menilai, Lucas adalah seseorang yang berani dalam membuat keputusan demi meraih sesuatu yang diinginkan.

“Pelajaran yang selalu saya ingat dari George adalah jadilah pemberani dalam mengambil risiko. Hal yang paling dihindarinya adalah menjaga status quo, bagi saya itu sangat penting, karena dalam bisnis ini semuanya berubah serbacepat. Hal yang paling mengerikan adalah tetap melakukan pekerjaan yang sama,” ujarnya.

Kathy juga menyinggung soal rencana besar Disney membangun “Taman Star Wars”, sebagai wahana hiburan yang akan dikunjungi jutaan penggemar film itu. Untuk itu, Lucasfilm akan mengerahkan segala daya kreasi dan inovasi untuk memuaskan imajinasi pengunjung berpetualang dalam jagat Star Wars.

“Dalam taman itu, kami akan melakukan berbagai inovasi yang dipadukan dengan isi cerita di film. Kombinasi bakat yang ada dalan tim kami akan menghasilkan pengalaman berwahana yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Perusahaan ini melakukan inovasi yang benar- benar menarik, dengan lingkungan seperti di film, akan menyajikan cerita dan pengalaman yang berbedabeda pada setiap waktu. Tidak membingungkan, justru akan disukai pengunjung,” pungkasnya. selocahyo/AR-2

 

BIODATA
Nama:
Kathleen Kennedy
Tempat /Tgl Lahir:
Berkeley, California, 5 Juni1953

Pendidikan:
• San Diego State University, jurusan Telekomunikasi dan Film

Karier:
• Presiden Direktur Lucasfilm

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment