Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
Hubungan Bilateral

Beli Jet dari Russia, Tiongkok Kena Sanksi AS

Beli Jet dari Russia, Tiongkok Kena Sanksi AS

Foto : AFP/JOHANNES EISELE
Produk Russia - Jet tempur buatan Russia, Sukhoi SU-35, saat dipamerkan di Zhuhai, Guangdong, Tiongkok, beberapa waktu lalu. Tiongkok disanksi AS karena membeli jet tempur dari Russia.
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan sanksi terhadap Tiongkok setelah pihak militer Negeri Tirai Bambu ini membeli jet tempur dan misil dari Russia.

“Untuk terus memberikan tekanan terhadap Russia atas aktivitas jahatnya, maka AS akan memberikan sanksi finansial terhadap unit pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan Tiongkok dan petinggi di departemen itu,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS, Kamis (20/9).

“Adapun sanksi ini diberikan setelah unit militer Tiongkok itu telah membeli jet tempur Sukhoi Su- 35 dan misil darat-ke-udara S-400 buatan Russia,” imbuh Kemenlu AS.Sanksi ini merupakan yang pertama diberikan AS terhadap negara ketiga (Tiongkok).

Seperti diketahui, AS telah menjatuhkan sanksi terhadap Russia atas tudingan telah melakukan agresi ke Ukraina, melakukan aneksasi ke Crimea, serangan siber, mempengaruhi Pilpres AS 2016, dan sejumlah “aktivitas jahat lainnya”. Negara ketiga juga akan turut dikenai sanksi tambahan jika membeli alutsista militer dan intelijen dari Russia.

“Sasaran utama dari semua sanksi (terhadap Tiongkok) ini adalah Russia,” demikian pernyataan seorang pejabat senior di pemerintahan AS yang enggan disebut namanya.

“Sanksi ini tak dimaksudkan untuk melemahkan kapabilitas pertahanan dari negara tertentu, namun ditujukan untuk membebankan Russia karena aktivitas jahatnya,” imbuh dia. Selain Russia, sanksi internasional juga diberikan AS pada dua negara lain, yaitu Iran dan Korea Utara (Korut).

Sanksi AS terhadap Russia, Iran, dan Korut itu diteken Presiden Donald Trump pada 2017. Berdasarkan sanksi ini, pemerintah AS bisa memberikan “hukuman” dan memasukkan dalam daftar hitam setiap perusahaan dan individu yang melanggar sanksi internasional.

Sejauh ini AS telah memasukkan 33 petinggi intelijen dan militer Russia dalam daftar hitam. Saat berita ini ditulis, belum diketahui berapa jumlah petinggi militer dari Tiongkok yang juga dikenai sanksi oleh AS.

Reaksi Russia dan Tiongkok

Atas dikeluarkannya sanksi terbaru oleh AS, pemerintah Tiongkok dan Russia mewanti-wanti Washington akan menerima balasan. “AS bermain api, dan hal itu bisa membahayakan,” kata Wakil Menlu Russia, Sergei Ryabkov.

Sementara itu, Tiongkok menyatakan sejauh ini menyatakan kegeraman atas dijatuhkannya sanksi oleh AS. “AS harus menarik sanksi itu atau menerima konsekuensi yang luar biasa.

Aksi AS telah melanggar prinsip dasar hubungan internasional dan secara serius merusak hubungan dua negara dan dua kekuatan militer,” kata juru bicara Kemlu Tiongkok, Geng Shuang, pada Jumat (21/9). ils/AFP/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment