Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Proyeksi Semester II-2017 - Untuk Capai Target, Ekonomi pada Semester II-2017 Harus Tumbuh 5,39%

Belanja Pemerintah Akan Dipacu

Belanja Pemerintah Akan Dipacu

Foto : ISTIMEWA
Darmin Nasution
A   A   A   Pengaturan Font
Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia lebih banyak bertumpu pada konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah.

JAKARTA – Pemerintah akan menggenjot pencairan belanja negara dan menarik investasi sebesar-besarnya pada semester akhir tahun ini. Strategi tersebut diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi yang saat ini terjebak dalam stagnasi. Ekonomi Indonesia pada triwulan II-2017 tumbuh sebesar 5,01 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau year on year (yoy) sehingga membuat pertumbuhan ekonomi semester I-2017 sebesar 5,01 persen.

Padahal, target pertumbuhan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 ditetapkan sebesar 5,2 persen. Untuk mencapai target tersebut, ekonomi pada semester II- 2017 harus bisa mencapai 5,39 persen. Beberapa pihak pesimistis pertumbuhan ekonomi pada enam bulan terakhir 2017 mampu di atas 5,3 persen.

Namun, pemerintah masih optimistis mampu mengejarnya dengan memacu sejumlah mesin pertumbuhan yang dinilai mampu menggerakkan perekonomian di sisa enam bulan akhir tahun ini. “Upaya menstimulasi perekonomian diharapkan dapat menghidupkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian nasional,” jelas Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Menko, perekonomian Indonesia lebih banyak dipengaruhi perkembangan kondisi ekonomi global, terutama yang terkait dengan investasi dan ekspor, sedangkan dari internal berkaitan dengan belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat. Setelah perekonomian global melambat dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia lebih banyak bertumpu pada konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah.

Namun, dengan pencairan belanja pemerintah yang belum optimal menyebabkan konsumsi masyarakat cenderung melambat. “Kemudian, menyuburkan realisasi investasi, yang terbukti ampuh mendorong perekonomian pada triwulan II lalu sehingga masih tumbuh dalam rentang 5,01 persen,” kata Darmin.

 

Prospek Stagnan

 

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi triwulan I dan II-2017 yang tercatat 5,01 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan periode sama 2016 sebesar 5,18 persen (yoy). Bank sentral mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II 2017 dipengaruhi terutama oleh meningkatnya kinerja investasi, baik investasi bangunan maupun nonbangunan.

Kinerja investasi bangunan meningkat sejalan dengan terus berlanjutnya pembangunan konstruksi sektor swasta dan proyek infrastruktur pemerintah. “Kinerja investasi nonbangunan tetap tumbuh tinggi seiring dengan harga komoditas yang masih positif dan tinggi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester II-2017 tak banyak berubah dibandingkan periode enam bulan pertama tahun ini. “Tidak akan banyak perubahan. Nanti semakin dekat tahun 2019 dengan proyek infrastruktur yang semakin kelihatan hasilnya, pertumbuhan bisa balik ke 5,1–5,2 persen,” kata Ari di sela-sela seminar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Jakarta, Kamis (10/8).

Menurut dia, pemerintah perlu untuk mulai memikirkan daya dorong baru bagi pertumbuhan ekonomi supaya tidak didominasi sektor konsumsi rumah tangga. “Perekonomian harus menemukan daya dorong yang baru, jangan hanya konsumsi. Contohnya ekspor dan investasi,” kata Ari. 

 

bud/Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment