Belanja Modal MIND ID Capai Rp24 Triliun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments
Prospek Usaha

Belanja Modal MIND ID Capai Rp24 Triliun

Belanja Modal MIND ID Capai Rp24 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Direktur Utama MIND ID (holding tambang) Orias Petrus Moedak mengatakan total investasi yang dikeluarkan untuk tahun 2020 mencapai sebesar 24 triliun rupiah. “Itu total untuk proyek tahun ini, yang diinvestasikan, dari sisi capex (belanja modal),” kata Orias Petrus di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Senin (20/1). Lebih lanjut ia menjelaskan keseluruhan total pendanaan berasal dari dana sendiri dan juga pinjaman dari pihak luar. “Kondisi keuangan aman, 170 triliun rupiah total aset kita,” katanya.

Proyek strategis 2020 dari MIND ID di antaranya, dalam membangun proyek PLTU Sumatera Selatan oleh PT Bukit Asam berkapasitas 2x620 MW di Tanjung Enim dan dijadwalkan beroperasi pada 2022. Selain itu proyek smelter grade alumina refinery oleh PT Antam dengan kapasitas produksi 1.000.000 tpa di Mempawah, Kalimantan Barat, ditargetkan COD pada 2021.

Selanjutnya, Ferronickel Halmahera Timur oleh PT Antam di Tanjung Buli berkapasitas 13.500 tpa Ni dan juga proyek gasifikasi dari batu bara ke DME oleh PTBA, Pertamina dan Air Product di Peranap dengan kapasitas 1.400.000 tpa DME.

Sementara itu PT Inalum (Persero) sebagai induk MIND ID tengah ekspansi fasilitas peleburan atau smelter di Kalimantan Utara sedang dalam tahap mencari mitra bagi penyedia pasokan listrik untuk pabrik tersebut nantinya.”Listrik kami inginkan terpisah, entah nantinya join dengan siapa, kita tunggu kebijakan, yang jelas secara kepemilikan kami inginnya mayoritas,” kata Orias Petrus Moedak.

Ia menjelaskan bahwa saat ini smelter tersebut masih dalam studi kelayakan, dan memang diupayakan untuk meningkatkan produksi. Sedangkan persoalan kelistrikan Orias Petrus tidak mau sembarangan dan menganggap hal tersebut hal utama yang harus dipersiapkan lebih awal.

Potensi kelistrikan di Kalimantan Utara, datang dari aliran Sungai Kayan dan Sungai Mentarang yang memungkinkan untuk dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

 

Kapasitas Produksi

 

Sebelumnya, Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih mengaku menyiapkan belanja modal sekitar 6 miliar dolar AS untuk menambah kapasitas produksi aluminium sampai 2025. “Sejumlah proyek strategis, seperti pabrik CPC, pengembangan kapasitas produksi aluminium di Kuala Tanjung dan Kalimantan Utara. Kalau sudah jadi semua, bisa tiga juta ton. Itu proyek sampai 2025 dengan investasi enam miliar dolar AS,” katanya.

Oggy menjelaskan berbagai proyek strategis yang dilakukan oleh perseroan, salah satunya meningkatkan kapasitas produksi di Pabrik Kuala Tanjung, Sumatra Utara, hingga 500.000 ton aluminium per tahun.

 

Ant/yni/E-12

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment