Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Belajar Sistem Pendidikan Kelas Dunia

Belajar Sistem Pendidikan Kelas Dunia
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Teach Like Finlandia

Penulis : Timothy D Walker

Tebal : 198 Halaman

Penerbit : Gramedia

Cetakan : Juli 2018

ISBN : 978-602-452-044-1

Untuk menjadi guru profesional dan unik, butuh banyak bekal. Ini tidak cukup hanya dengan ikut seminar. Perlu asupan gizi banyak untuk menggapainya seperti membaca koran, majalah, dan buku-buku. Buku ini sangat membantu pembaca memahami tentang pendidikan. Banyak perbandingan sistem pendidikan di dalamnya baik di negara maju maupun berkembang.

Dunia pendidikan adalah sarana untuk memberantas kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Maka sangat perlu pembaca mengonsumsi pendidikan sejak kecil. Selain butuh pendidikan, manusia juga memerlukan pendidik yang menyenangkan. Buku ini mengajak pembaca bernostalgia dengan suasana kelas yang belum pernah ada di Indonesia maupun Amerika.

Ada 33 strategi sederhana untuk kelas yang menyenangkan yang menceritakan pendidik di Amerika dan Finlandia. Penulis menceritakan proses menjadi seorang guru Amerika yang sangat membuat frustrasi dengan stres tinggi sebagai guru. Stres akibat usaha yang sangat keras di dalam menyiapkan pembelajaran. Akhirnya menyebabkan guru ini pindah ke Finlandia.

Di Finlandia sosok guru ini menemukan fakta yang mencengangkan tentang proses pembelajarannya dan mulai menyadari, pengalaman di Amerika atau dari profesor-profesor yang pernah diikuti tidaklah begitu efektif dari Finlandia.

Strategi awal menjelaskan tentang fokus pada kesejahteraan dengan mengistirahatkan tubuh 15 menit setiap masa pembelajaran 45 menit. Ini mengherankan, awalnya. Padahal waktu di sekolah lebih panjang Amerika dari Finlandia. Penulis tidak pernah menggunakan waktu istirahatnya.

Istirahat 15 menit ini selalu untuk belajar agar peserta didik mendapat ilmu pengetahuan lebih. Pada tiga pekan pertama mengajar di Finlandia, tiga rekan gurunnya mencemaskannya karena tak pernah istirahat. Dia tetap pada prinsip, pendidik yang baik harus bekerja keras (hal 3).

Timothy masih menganggap aktivitas pendidikan Finlandia bergerak sangat lamban, namun mulai menikmati budaya yang sangat berbeda dari Amerika. Dia melihat peserta didik relatif lebih bebas dari tekanan dibanding pelajar Amerika.

Pendidikan Finlandia juga mengajarkan untuk membatasi kegiatan sekolah dan tidak pernah dibawa pulang. Urusan sekolah diselesaikan di sekolah. Guru harus punya waktu untuk bercengkrama dengan keluarga dan anak-anaknya. (hal.27)

Ada pula strategi berkawan untuk mendorong rasa memiliki lingkungan sekolah, tanggung jawab, dan menjadi panutan. Contohnya, anak kelas 6 diajak mengikuti pembelajaran kelas 1. Dia bisa membantu menyelesaikan pekerjaan sekolahnya, mengikuti pelajaran bersama, mengerjakan kerja lapangan bersama dalam satu kesempatan (hal 85).

Ssedang strategi menawarkan pilihan dirancang agar di dalam mengerjakan tugas, peserta didik dapat menyelesaikan dengan baik dan menyenangkan. Guru menawarkan kepada murid pekerjaan sesuai dengan minatnya. Dengan begitu, bisa menghubungkan antara siswa dan kurikulum. Memberikan tugas dari buku yang sama, tapi dengan penyelesaian berbeda-beda sesuai dengan minat mereka (hal102).

Masih banyak lagi strategi yang perlu diketahui agar membuat kelas menyenangkan dan peserta didik tidak stres. Buku ini layak dibaca semua kalangan, terutama para guru Indonesia. Tujuannya, supaya para guru dapat melakukan perubahan besar cara mendidik anak dengan strategi yang menyenangkan.

Diresensi Titik hidayati, MPd, Lulusan Pascasarjana Sunan Ampel Surabaya

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment