Koran Jakarta | August 23 2019
No Comments
Taipei Economic and Trade Office

Belajar Banyak Hal dari Taiwan

Belajar Banyak Hal dari Taiwan

Foto : Koran Jakarta/M. Fachri
Kunjungan media I Direktur Bagian Pers dan Irformasi, Kang Chia Chi (kiri) menerima cinderamata dari Direktur Koran Jakarta, Fiter Bagus (kanan) serta didampingi redaksi Koran Jakarta dalam acara Media Visit Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta, Rabu (14/8).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Taipei Econom­ic and Trade Office (TETO) atau Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta melakukan kunjungan ke Koran Jakarta. Selain untuk malakukan silaturahmi kun­jungan media visit untuk mem­perat hubungan lembaga ini dengan media, khususnya Ko­ran Jakarta,sebagai salah satu media cetak yang fokus pada masalah ekonomi dan politik.

Direktur Bagian Pers dan Ir­formasi, Kang Chia Chi menga­takan, merasa perlu menge­nalkan Taiwan ke masyarakat Indonesia melalui media. “Se­lama ini ketiga orang menyebut Taiwan sering disalahartikan dengan Thailand. Padahal ini sama sekali berbeda,” ujarnya kepada beberapa staf redaksi dan perusahaan Koran Jakarta Rabu (14/8).

Pada kesempatan tersebut, TETO juga berjanji untuk meng­ajak jurnalis Koran Jakarta un­tuk belajar Bahasa Mandarin di Taiwan selama satu tahun. Dengan memahami Bahasa Mandarin akan memudahkan dalam memahami isu-isu yang terjadi di Taiwan.

Direktur Koran Jakarta, Fiter Bagus, mengapresiasi kun­jungan TETO ke kantor Koran Jakarta. Ia berharap ke depan hubungan keduanya dapat diperat melalui melalui kerja sama yang lebih luas. “Kami berharap kerjasama antara TETO dan Koran Jakarta bisa berlanjut di masa depan,” kata­nya.

Menurut Kang Chia Chi, pu­lau Taiwan yang disebut For­mosa dalam Bahasa Portugis, artinya pulau yang cantik me­miliki lanskap yang indah. Pe­merintah juga masih berkomit­men dalam mempertahankan keberadaan suku Austronesia dengan budayanya sebagai aset yang berharga, bagi keragaman di negara yang didominasi suku Han.

Jalin Hubungan

Bagi Kang, membangun hu­bungan dengan media di Indo­nesia sangat penting. Hal ini karena di Taiwan saat ini ter­dapat 260 ribu pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) dari sekitar 700.000 pe­kerja migran di negara itu, dan angka ini menjadi yang terbe­sar diantara pekerja migran dari negara lain.

Selain itu, saat ini terdapat 11.000 mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di berbagai bidang di negara tersebut. Ia berharap akan semakin banyak calon mahasiswa dari Indone­sia belajar di sana karena ne­gara memiliki universitas kelas dunia seperti National Taiwan University (NTU), National Tsing Hua University (NTHU), National Cheng Kung Univer­sity (NCKU), National Chiao Tung University (NCTU), dan masih banyak lagi. hay/E-12

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment