Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments

Bekas “Office Boy” Luncurkan Buku “I’m Jongos”

Bekas “Office Boy” Luncurkan Buku “I’m Jongos”

Foto : KORAN JAKARTA/YOYOK
LUNCURKAN BUKU | Founder dan CEO PT Tiga Visi Kaya Warna, Bernardus Yosep Te Victoria, saat peluncuran buku “I’m Jongos” di Kampus Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA, Jakarta, Sabtu (8/9). Buku ini mengisahkan perjalanan hidup bekas pesuruh kantor menjadi pengusaha multimedia.
A   A   A   Pengaturan Font

Menjadi pesuruh kantor atau office boy (OB) di sebuah stasiun televisi ternama di Jakarta membuat Bernardus Yosep Te Victoria, yang akrab disapa Yosep atau Jos, tertarik di bidang penyiaran dan multimedia. Dia pun sangat antusias memperhatikan kru televisi bekerja dan kerap bertanya seputar dunia multimedia.

Berbekal keingintahuannya, kini putra Jawa kelahiran bumi Lampung itu telah menjadi Founder dan CEO PT Tiga Visi Kaya Warna, perusahaan yang bergerak di bidang multimedia.

“Pekerjaan sebagai OB yang saya alami waktu itu sangat berat karena harus melayani banyak pegawai di dua lantai,” tutur Jos saat peluncuran buku I’m Jongos, di Kampus Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA, Jakarta, Sabtu (8/9).

I’m Jongos merupakan dokumentasi jujur sebuah episode hidup Jos, mulai dari titik terendah sebagai seorang OB hingga menjadi seorang pengusaha yang mengelola beberapa perusahaan beromzet miliaran.

Diceritakannya, bisnis pertamanya adalah Numedia yang merupakan perusahaan yang bergerak pada layanan digital signage untuk media luar ruang. Kedua, Go Line, yakni aplikasi berbasis sistem antrean online. Contohnya, untuk diaplikasikan di rumah sakit. Ketiga, Numyseed Academy, yaitu kampus yang bergerak di bidang perhotelan dan pelayanan yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat. Keempat adalah Numotion, yang merupakan perusahaan yang bergerak di production house sekaligus graphic house. Kelima, Kamubisa.com, yang merupakan Web TV Channel yang menayangkan berbagai video tutorial.

Jos juga bertekad untuk mendirikan “Rumah Pintar”, yakni sejenis panti penampungan untuk anak-anak yatim piatu dan fakir miskin. “Di Rumah Pintar, mereka akan diajarkan untuk menjadi seorang entrepreneur. Misalnya, mulai dari diedukasi berkebun, beternak, memiliki keterampilan terkait bengkel, hingga multimedia. Di sana, mereka juga akan ditumbuhkan mental pemberi serta mengikis habis mental peminta,” tuturnya.

Baginya, parameter sukses tidak semata diukur dari seberapa besar dia mampu membangun bisnis. “Sukses adalah ketika saya mampu membuat orang lain senang, bahagia, dan tertawa. Selain filosofi melayani, saya juga meyakini bahwa dalam hidup, saya tidak mencari uang, melainkan mencari ilmu. Ketika ilmu didapat, maka uang akan datang dengan sendirinya,” ujar Jos.

Jos adalah sosok entrepreneur yang mampu menginspirasi semua orang. Sebab, Jos selalu menjalani dengan sungguh-sungguh setiap pekerjaannya. Ketika dia tertarik dengan peralatan shooting, dia yakin ke depannya akan memiliki banyak alat untuk memproduksi film. Ketika dia belajar ilmu manajemen dan pemasaran, dia yakin akan memimpin banyak orang ke depannya, dan semuanya berhasil terwujud. yok/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment