Koran Jakarta | March 21 2019
No Comments
Terobosan Medis

Bayi Pertama Terlahir dari Rahim Transplantasi

Bayi Pertama Terlahir dari Rahim Transplantasi

Foto : Portaltal Hospitais Brasil
Bayi Istimewa I Para dokter yang menangani kasus kelahiran bayi dari perempuan penerima donor transplantasi rahim di Hospital das Clinicas di Sao Paulo, Brasil, bersorak atas kesuksesan mereka pada 15 Desember 2017 lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

PARIS - Seorang bayi perempuan telah lahir dengan selamat dari rahim donor orang meninggal yang ditransplantasikan pada seorang ibu berusia 32 tahun yang lahir tanpa rahim. Ibu itu sebelumnya menjalani operasi transplantasi rahim selama 10 jam dan perawatan kesuburan di Sao Paulo, Brasil, pada 2016 silam.

Sebelumnya sudah ada 39 kali transplantasi rahim termasuk melalui donor yang masih hidup, dan penerima donor rahim itu telah berhasil melahirkan 11 bayi. Namun, 10 transplantasi sebelumnya dari donor rahim yang telah meninggal mengalami gagal dan menyebabkan keguguran.

Jurnal medis The Lancet edisi Rabu (5/12), dalam kasus kesuksesan transplantasi ini, rahim diperoleh dari seorang ibu dengan 3 anak berusia 40 tahunan yang meninggal karena perdarahan di otak. Sementara, si penerima donor rahim memiliki sindrom Mayer-Rokitansy-Kuster-Hauser, yang menyebabkan uterus dan vagina gagal terbentuk dengan sempurna. Sindrom ini terjadi di sekitar satu dari 4.500 perempuan di dunia.

Meskipun begitu, indung telurnya tidak memiliki bermasalah. Dokter mampu mengambil sel telurnya, membuahinya dengan sperma dan membekukannya. Wanita itu pun diberikan obat-obatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Hal itu bertujuan agar sistem imunnya tidak menyerang dan menolak transplantasinya.

Setelah enam pekan transpantasi, perempuan penerima donor rahim pun mengalami datang bulan. Tujuh bulan kemudian, sel telur yang telah dibuahi pun ditanam ke dalam rahim perempuan itu.

Kemudian, setelah menjalani masa kehamilan yang normal, pada 15 Desember 2017, melalui operasi sesar, bayi seberat 2,5 kilogram pun lahir.
Tonggak Bersejarah

Dikatakan oleh dokter Dani Ejzenberg dari Hospital das Clinicas di Sao Paulo, transplantasi uterus dari donor hidup merupakan tonggak bersejarah bagi dunia medis, karena memberikan harapan bagi wanita yang mengalami masalah ketidaksuburan.

“Transplantasi pertama uterus dari donor hidup adalah tonggak penting di dunia medis, menciptakan kemungkinan kelahiran untuk banyak wanita tidak subur dengan akses donor yang sesuai dan kebutuhan fasilitas medis,” kata Ejzenberg.

Namun hal ini mengalami keterbatasan karena untuk menemukan donor hidup masih sangat langka. Lazimnya yang bersedia melakukan donor adalah keluarga terdekat atau teman dekat.

Dr. Srdjan Saso dari ImperialCollege London mengatakan hasil dari transplantasi donor rahim ini sangat menakjubkan. Selain dari hasil yang memuaskan, transplantasi ini juga menekan angka terjadinya risiko pembedahan untuk donor hidup.

“Transplantasi ini memungkinkan untuk diterapkan pada populasi donor berpotensial yang lebih luas, karena biaya rendah dan bisa menghindari risiko-risiko bedah bagi pendonor hidup,” pungkas Saso. gma/BBC/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment