Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Jaminan Kesehatan

Bayar Iuran JKN-KIS Bisa dengan Autodebit

Bayar Iuran JKN-KIS Bisa dengan Autodebit

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

NGANJUK – Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) per Januari 2019 bisa melakukan pembayaran iuran melalui sis­tem autodebit. Sistem pemba­yaran iuran ini diperuntukkan bagi segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.

“Sistem ini (autodebit) untuk kemudahan dan kepastian da­lam pembayaran iuran peserta JKN-KIS yang dikelola BPJS Ke­sehatan,” Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso, saat me­lakukan spotcheck implemen­tasi pembayaran iuran melalui autodebit nonrekening bank, di Kecamatan Jatikalen, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (18/10).

Penerapan autodebit tidak hanya dilakukan melalui bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan (BNI, BRI, Mandiri, maupun kartu kredit seper­ti Standar Chartered dan Cit­ibank), tetapi juga dapat dilaku­kan tanpa rekening bank.

Autodebit iuran JKN-KIS tanpa rekening bank dapat di­lakukan melalui uang elektro­nik Mobile Cash. Mobile Cash sendiri adalah rekening bayar iuran BPJS Kesehatan yang di­kembangkan oleh PT Finnet In­donesia. Caranya, peserta dapat mendaftarkan autodebit iuran cukup dengan menggunakan telepon seluler 2G dan mene­kan *141*999# (khusus penggu­na Telkomsel dan Indosat) dan memilih menu daftar. Setelah mendaftar peserta dapat lang­sung melakukan pembayaran/pengisian saldo iuran di Kan­tor Pos, Alfamart, transfer VA BRI, transfer VA Bank Mandiri, jejaring Apotek Sanafarma di seluruh Indonesia, dengan me­nyebutkan nomor peserta dan nomor telepon.

Kemudahan ini, kata dia, untuk menjawab kebutuhan peserta. Kita pahami bahwa kondisi demografi penduduk Indonesia sangat beragam dan belum tentu seluruh penduduk Indonesia memiliki rekening bank. Selain itu masih ada pe­serta yang tempat tinggalnya jauh dari jangkauan bank atau tidak memiliki perangkat komu­nikasi canggih seperti telepon selular 3G atau 4G.

“Kami memberikan pilih­an, jika menggunakan program ini peserta tidak perlu repot membuka rekening bank atau mendaftar autodebit di bank,” kata Kemal.

Ia menambahkan, peserta juga dapat mengisi saldo ka­panpun sesuai dengan kemam­puan. Peserta bisa menyisihkan saldo setiap hari, dan sampai dengan saldo tagihan iuran mencukupi akan langsung oto­matis terdebit.

Saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar autodebit tanpa rekening bank sebanyak 110.175 peserta. Dari data tersebut, antusias terlihat pada peserta PBPU kelas 3 sebagai komposisi terbesar peserta yang menggu­nakan autodebit tanpa rekening bank yaitu sebesar 67,55 persen.

Dampak Positif

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Finnet, Paulus Djatmiko menyampai­kan optimismenya bahwa solusi dari BPJS Kesehatan dan Finnet dapat memberikan dampak po­sitif untuk seluruh lini masyara­kat.

“Disinilah Finnet bersama BPJS Kesehatan memberikan solusi kepada masyarakat. Ke­terbatasan jangkauan internet di pelosok daerah tidak menjadi hambatan,” katanya. SB/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment