Bawaslu Sulsel Laporkan 41 Dugaan Netralitas ASN | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments

Bawaslu Sulsel Laporkan 41 Dugaan Netralitas ASN

Bawaslu Sulsel Laporkan 41 Dugaan Netralitas ASN

Foto : ANTARA/Darwin Fatir.
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menandatangani spanduk saat deklarasi sebagai bentuk komitmen menjaga netralitas ASN dalam pelaksanaan Pemilu di Makassar, Sulsel beberapa waktu lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

MAKASAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah memberikan rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menindaklanjuti 41 kasus dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN). Dugaan pelanggaran itu terjadi dalam Pilkada serentak 2020 di 12 kabupaten/kota.

“Jumlah dugaan pelanggaran yang dilaporkan sebanyak 50 kasus, tujuh di antaranya dihentikan dan 41 kasus direkomendasikan ke KASN untuk diproses lebih lanjut,” ujar Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, di Makassar, Jumat (31/7).

Saiful menjelaskan dari data jumlah dugaan pelanggaran terbanyak terdapat di Kabupaten Bulukumba sebanyak 13 kasus, disusul Kabupaten Pangkep delapan kasus, kemudian Kabupaten Luwu Timur tujuh kasus. Untuk Kabupaten Maros dan Kota Makassar masing-masing enam kasus.

Kabupaten Selayar, tambah Saiful, tiga kasus. Sementara Kabupaten Barru, Gowa, dan Tana Toraja masing-masing dua kasus. Kabupaten Luwu Utara satu kasus dan dua kabupaten lainnya yakni Soppeng dan Toraja Utara masih nihil.

Untuk kasus dugaan pelanggaran yang dihentikan yaitu Luwu Timur empat kasus, Maros dua kasus, dan Pangkep satu kasus. Dia menjelaskan dari 41 kasus tersebut, antara lain 12 kasus ASN diduga melakukan pendekatan atau mendaftarkan diri kepada salah satu partai politik. 13 kasus ASN memberikan dukungan melalui media sosial. Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment