Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Logistik Pemilu

Bawaslu Imbau KPU Antisipasi Surat Suara Palsu

Bawaslu Imbau KPU Antisipasi Surat Suara Palsu

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Beredarnya informasi bahwa ada 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos jelas menyengat banyak pihak. Hal itu akan berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap proses pemilu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjamin tidak ada kebocoran surat suara Pemilu 2019.

Menurut Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, pihaknya selalu mengawasi proses produksi hingga distribusi surat suara yang dilakukan KPU untuk Pemilu 2019, di setiap jenjang penyelenggaraan pemilu. Akan tetapi kata Rahmat, proses produksi pencetakan surat suara belum dilakukan KPU sehingga kabar informasi ditemukannya 7 kontainer berisi 70 juta surat suara yang sudah dicoblos untuk salah satu paslon capres/cawapres tidaklah benar.

Rahmat menghimbau, penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU tidak lengah mengantisipasi terjadinya pencetakan surat suara pemilu yang dapat merusak proses demokrasi lima tahunan tersebut. Ia juga menegaskan bilamana kembali ditemukan informasi sesuai surat suara tersebut, maka Bawaslu siap mengecek langsung ke lapangan apakah informasi itu benar atau tidak.

“Gak ada lah pencetakan surat suara di luar proses pencetakan yang dilakukan KPU, tapi potensi untuk pemalsuan mungkin ada ya,” ujar Rahmat Bagja saat ditemui di Bawaslu, Jumat (4/1). Kemudian terkait polemik yang mengatakan KPU dan Bawaslu tidak mengecek langsung kondisi 7 kontainer yang berisi 70 juta surat suara yang sudah dicoblos untuk salah satu paslon capres/cawapres di kantor Inspektorat Jenderal Bea Cukai Tanjung Priok, ia menjelaskan bahwa tidak perlu dilakukan pengecekan langsung karena bentuk fisiknya tidak ada.

“Ya sebab barangnya tidak ada. Lagian sudah terbukti hoaks, masa berita hoaks begitu kok dipercaya,” tegasnya. Sebelumnya Komisioner KPU, Pramono Ubaid Thantowi menjelaskan bahwa proses pencetakan surat suara baru akan dimulai KPU dalam waktu dekat ini, atau minggu ketiga Januari 2019.

Oleh karena itu, ungkap Pramono, KPU baru akan melakukan validasi dan approval surat suara calon anggota DPR, dan Capres/Cawapres untuk Pemilu 2019, pada Jumat (4/1). Ia juga menjelaskan, saat ini tahapan pengadaan surat suara saat ini masih dalam proses lelang.

Dan proses lelang surat suara tersebut sudah memasuki masa sanggah. Sehingga tidak benar jika ada informasi ditemukannya 7 juta surat suara yang sudah dicoblos untuk salah satu capres/cawapres. 

 

rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment