Koran Jakarta | June 20 2019
No Comments
SUARA DAERAH

Batang Fokus Tingkatkan Investasi dan Pariwisata

Batang Fokus Tingkatkan Investasi dan Pariwisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang akan fokus pada penataan peningkatan investasi, pariwisata, dan peningkatan Indek Pemba­ngunan Manusia (IPM).

Pendekatan ekonomi akan diberlakukan karena fokus pembangunan ekonomi berimbas di berbagai lini. Pemkab Batang juga akan menggandeng pihak di luar birokrasi, untuk menata data dan pemetaan dengan pen­dekatan ekonomi, kesehatan serta pendidikan. Demikian juga dengan program-program yang sudah dicanangkan, terutama program untuk me­ningkatkan kesejahteraan ma­syarakat, di antaranya program 1.000 wirausaha dan program 10 ribu tenaga kerja.

Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif melalui kon­sep One Village One Product yang bertujuan untuk memak­simalkan potensi kreativitas masyarakat, sehingga dapat mencetak desa dengan SDM berkualitas serta kompetitif.

Untuk mengetahui lebih lanjut upaya Pemkab Batang untuk menyejahterakan dan memajukan Kabupaten Batang, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy, ber­kesempatan mewawancarai Bupati Batang, Wihaji. Berikut petikannya.

Tahun kedua memimpin Kabupaten Batang, Anda akan fokus pada penataan peningkataan investasi, pariwisata, dan peningkatan Indek Pembangunan Manu­sia (IPM), apa alasanya?

Tiga sektor tersebut menjadi fokus pemerintahan kami agar Kabupaten Batang lebih maju dan bisa bersaing dengan dae­rah lain. Pendekatan ekonomi akan diberlakukan karena fokus pembangunan ekonomi berimbas di berbagai lini.

Langkah lain yang akan dilakukan?

Kami juga akan menggandeng pihak di luar birokrasi untuk menata data dan pemetaan dengan pende­katan ekonomi, kesehatan, serta pendidikan. Perenca­naan 2019, kita berpihak pada program infrastruktur khusus kecamatan di luar Batang. Karena fasilitas umum yang digunakan oleh masyarakat dan akses jalan menuju objek wisata, hal ini bertujuan guna meningkatkan geliat pereko­nomian.

Bagaimana dengan dengan program-program yang sudah dicanangkan, terutama program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti program 1.000 wirausaha dan pro­gram 10 ribu tenaga kerja?

Program 1.000 wirausaha baru sudah tercapai 400 wi­rausaha, dan program 10 ribu tenaga kerja hingga kini sudah tercapai 4 ribu orang. Semen­tara investasi baru mencapai 339 miliar rupiah. Saat ini, pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Batang men­capai 5,2 persen dan akan terus ditingkatkan. Inflasi di Kabupaten Batang masih ren­dah, dan Pemkab akan terus berusaha untuk menurunkan inflasi di daerah dengan ber­bagai program yang berbasis kemasyarakatan.

Baru-baru ini sepuluhorang wirausaha baru mendapat pelatihan?

Ini merupakan salah satu program menciptakan 1.000 wirausaha baru dan bantuan gerobak diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah mengikuti pelatihan menjadi pedagang sayuran, empek-empek, dan gorengan yang sementara ada 10 orang yang mendapatkannya. Bantuan gerobak ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk usaha, sehingga ada peningkatan kes­ejahteraan masyarakat dan kami tidak ingin kegiatan ini hanya for­mal saja, tapi ada tindak lanjutnya serta pendamp­ingan. Untuk modal usaha mereka hanya perlu satu juta rupiah, kalau me­mang mereka tidak punya modal bisa mengajukan kredit di BKK maupun Bapera yang siap melayani UMKM.

Disnakertrans dapat me­mantau dan mendokumenta­sikan kegiatan mereka dari se­belum mendapatkan bantuan sampai sesudah mendapatkan bantuan, karena kami tidak hanya simbolik saja tapi benar-benar terjadi dan manfaat.

Kabarnya, Kabupaten Batang mengedepankan pengembangan ekononomi kreatif?

Mengedepankan pengem­bangan ekonomi kreatif melalui konsep One Village One Product. Konsep ini bertujuan memaksimalkan potensi kreativitas masyarakat, sehingga dapat mencetak desa dengan SDM berkualitas serta kompetitif. Kami ha­rapkan setiap desa punya produk ung­gulan seperti kulit, batik dan makanan khas mislnya emp­ing. Selain itu meng­optimalkan produk-produk ekonomi kreatif seperti handi­craf, kerajinan kayu, kerajinan kulit seperti jaket, sepatu, tas dan pakaian batik hingga kuliner khas daerah setempat. Berbagai oleh-oleh tersebut dapat dijumpai di rest area sekitar Kabupaten Batang. Strategi pemasaran produk ekonomi kreatif ini diyaki­ninya mampu meningkatkan pendapatan warga sekitar.

Awal tahun ini, baru saja kedatangan Wali Kota Hebron, Palestina. Apa yang dibicarakan?

Kabupaten Batang menjadi satu di antara daerah di Indo­nesia yang dipilih Wali Kota Hebron, Palestina, Tayseer Abu Sneeineh.

Semua potensi yang ada di Kabupaten Batang diper­lihatkan, mulai dari wisata, budaya, ekonomi kreatif, sumber energi PLTU melalui gambaran-gambaran yang terpampang di proyektor. Saya juga memperkenalkan wisata dan budaya Batang, barangkali ada wisatawan Palestina kita sangat welcome.

Pertemuan yang pertama kali dan saling memperkenal­kan daerahnya masing-ma­sing. Saya kira lebih pada pendekatan budaya, tidak ada perbincangan politik luar neg­eri. Ini kunjungan atas kerja sama Majelis Ulama Indonesia dan Batang ditunjuk seba­gai tempat kunjungan, yang sebelumnya juga berkunjung ke Kota Malang.

SM/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment