Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Kecelakaan di Perairan Sapudi - Pencarian Warga yang Hilang Masih Diteruskan

Basarnas Identifikasi 19 Korban Tewas Kapal Arin Jaya

Basarnas Identifikasi 19 Korban Tewas Kapal Arin Jaya

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Seluruh korban meninggal penumpang KLM Arim Jaya yang tenggelam di perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang berhasil diidentifikasi Basarnas.

SURABAYA – Badan Na­sional Pertolongan dan Pen­carian (Basarnas) menyatakan sebanyak 19 korban kapal layar motor (KLM) Arin Jaya yang ditemukan meninggal dunia seluruhnya telah teridenti­fikasi. Identifikasi terakhir dua jenazah yang dievakuasi tadi pagi, yakni Rehan, laki-laki usia lima tahun dan Putri, pe­rempuan usia sembilan tahun.

“Keduanya asal Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Sumenep. Dijadwalkan pada pagi hari ini setelah menjalankan proses identifikasi di RSUD Sumenep, Pulau Madura, seluruh korban akan dibawa menuju ke Pulau Guwa Guwa menggunakan dua kapal,” kata Kepala Hubung­an Masyarakat Basarnas Kota Surabaya, Tholib Mahameru, di Surabaya, Rabu (19/6).

Dengan begitu, tambah Tholib, tim SAR Gabungan men­catat sampai Rabu siang, terda­pat tiga korban yang dinyatakan hilang dan sedang dalam proses pencarian. Sementara itu, kor­ban yang berhasil diselamatkan berjumlah 39 orang.

Menurut Tholib, dua jenazah korban KLM Arin Jaya teriden­tifikasi terlebih dahulu setelah ditemukan dan dievakuasi pada hari pertama saat kapal kecil terbuat dari kayu berukuran tiga tonase kotor (gross tonnage, GT) itu tenggelam di perairan Sumenep pada Se­nin sore, 17 Juni lalu. Korban tersebut adalah Zahra, usia 29 tahun, dan Hanisah usia 30 tahun. Keduanya perempuan asal Guwa Guwa, Raas, Sume­nep.

Sedangkan 15 jenazah yang ditemukan dan dievakuasi se­panjang hari kemarin, kata Tholib, seluruhnya telah teri­dentifikasi tadi malam. Seluruh korban meninggal dunia ada­lah warga Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Sumenep.

Kawal Jenazah

Dijadwalkan pada pagi hari ini setelah menjalankan proses identifikasi di RSUD Sumenep, Pulau Madura, akan dibawa menuju ke Pulau Guwa Guwa menggunakan dua kapal. Kapal Negara (KN) SAR 225 Widura bertugas mengawal dua kapal yang pagi hari ini dijadwalkan membawa seluruh jenazah menuju ke Pulau Guwa Guwa.

KLM Arin Jaya diketahui berlayar dari Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, sekitar pukul 07.00 WIB, Senin pagi, 17 Juni, tujuan Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur. Selanjutnya diinformasikan terguling dan tenggelam akibat dihantam ombak saat melintas di pertengahan perai­ran antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, wilayah Kabu­paten Sumenep, pada Senin sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Tholib dalam kesempatan ini sekaligus mengoreksi jum­lah penumpang beserta anak buah kapal (ABK) Arin Jaya yang tenggelam di perairan Sumenep seluruhnya adalah 61 orang (bukan 60 orang seperti yang diberitakan sebelumnya).

“Data satu orang penum­pang dari Puskesmas Dungkek, Sumenep, belum terlaporkan dalam rapat Tim SAR Gabungan yang berlangsung di Kepolisian Resor Sumenep tadi malam. Pagi ini ada pihak keluarga yang juga penumpang KLM Arin Jaya datang ke Posko SAR Gabungan untuk mengon­firmasi bahwa putranya yang berusia 8 tahun belum ditemu­kan,” kata Tholib.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Man­gera, mengatakan Polda Jatim memeriksa nakhoda KLM Arin Jaya yang tenggelam di antara Pulau Sapudi dan Pulau Gili­yang, Sumenep, Senin (17/6). Beberapa pihak, seperti dari nakhoda, kesyahbandaran, dan Dinas Perhubungan diper­iksa sebagai saksi.

“Sudah kami periksa semua, mulai dari nakhoda, pihak syahbandar, dan Dinas Per­hubungan,” kata Barung.

SB/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment