Koran Jakarta | May 27 2019
No Comments
suara daerah

Banyuwangi Terus Berbenah Jadi Kabupaten Inovatif

Banyuwangi Terus Berbenah Jadi Kabupaten Inovatif

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

 

 Pada 25 April 2019, di­gelar peringatan hari otonomi daerah yang ke-23. Kali ini acara perin­gatan hari otonomi daerah tingkat nasional dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Banyuwangi dalam peringatan hari oto­nomi dinobatkan sebagai salah satu kabupaten terbaik dalam bidang inovasi.

Bupati Banyuwangi, Abdul­lah Azwar Anas, mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diserahkan Menteri Da­lam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, di acara puncak per­ingatan hari otonomi daerah. Semua itu merupakan buah dari kerja keras jajaran Peme­rintah Kabupaten Banyuwangi memajukan wilayahnya.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membuat inovasi pelayanan di wilayah­nya, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna, berkesem­patan mewawancarai Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwangi, baru-ba­ru ini. Berikut petikan seleng­kapnya.

Apa tanggapan Anda atas penilaian Mendagri yang menyebut Banyuwangi harus dicontoh daerah lain karena banyak inovasi?

Insya Allah, kami akan terus pertahankan kinerja ini karena di Banyuwangi bukan super­man yang penting, tapi super­team. Yang menggembirakan, saat ini daerah-daerah giat berinovasi karena pemerintah pusat memberi ruang sangat luas dan mendukung kreasi kabupaten atau kota.

Apa makna dari penghar­gaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha yang Anda raih?

Ya, Mendagri tadi sudah mengamanatkan agar inovasi terus dilanjutkan. Gubernur Jatim, Khofifah, juga sangat mendukung pengembangan daerah-daerah. Semua itu menyemangati warga Banyu­wangi untuk terus berbenah.

Waktu Anda dan Mendagri ke mal pelayanan publik di Banyuwangi, Anda mengajak Mendagri senam bersama. Itu senam apa?

Itu senam peregangan otot yang memang rutin dilaku­kan di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi. Senam dilaku­kan setiap empat jam sekali. Semua layanan berhenti setiap empat jam. Senam diikuti pe­tugas dan warga yang mengu­rus dokumen atau izin.

Itu untuk relaksasi, sekaligus menimbulkan suasana gembira dan interaksi satu sama lain. Bagi petugas, senam ini pen­ting agar mereka tidak terkena penyakit karena berjam-jam duduk di depan komputer un­tuk melayani warga.

Banyuwangi juga memba­ngun pasar pelayanan publik. Bisa dijelaskan apa itu pasar pelayanan publik?

Ini pasar pelayanan publik untuk percepatan. Pasar pe­layanan publik ada di Pasar Genteng. Ini memang belum siap, tapi sistem sudah siap. Total per hari ada 89 pelayanan. Target 200 layanan. Ini bagian dari menerje­mahkan amanat Mendagri dan Presiden Jokowi yang selalu mengamanatkan agar jangan persulit rakyat, berikan pelayanan yang cepat.

Nah, pasar pelayanan pu­blik ini untuk menerjemahkan ini. Bayangkan kalau orang harus ke kota. Ini kami akan sebar ke beberapa pasar untuk kami berikan arahan.

Kalau di kantor kecama­tan apakah layanan sudah online juga?

Kantor kecamatan sini juga sudah online.

Untuk yang di mal pela­yanan publik ada beberapa layanan yang ditangani?

Kami melayani 199 layanan.

Apa saja layanannya?

Pelayanan tersebut, antara lain terkait dengan kartu kelu­arga, e-KTP, paspor, dan surat nikah.

Katanya pasar pelayanan publik di Banyuwangi baru pertama di Indonesia?

Ya, kami meresmikan ini. Kami tanya ke Deputi Ke­menpan, ini memang yang pertama di Indonesia.

Apa tujuan dibangun pasar pelayanan publik?

Ini sebagai upaya agar pelayanan lebih dekat. Kami berterima kasih ke Mendagri. Intinya kan pe­merintahan Presiden Jokowi ingin memberikan layanan ke ma­syarakat. Nah, ini salah satu ben­tuk menerjemah­kan dari keinginan Presiden Jokowi.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment