Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Kendaraan Dinas

Banyak Mobil Pemadam Kebakaran “Mangkrak”

Banyak Mobil Pemadam Kebakaran “Mangkrak”

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA-Ratusan mobil pemadam kebakaran (damkar) mangkrak di UPT Bengkel Induk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, di Ciracas, Jakarta Timur.

Hal ini ditemukan saat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik, dan jajarannya melakukan inspeksi mendadak ke tempat itu.

“Ini harus diaudit. Masa hanya nafsu beli, tapi perawatannya nggak ada. Kita audit seluruh pengadaan mobil Damkar ini,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik, di lokasi, Rabu (5/12).

Dari laporan yang diterimanya, jumlah mobil damkar yang menunggu proses perbaikan agen tunggal pemegang merek (ATPM) mencapai 20 unit. Lalu, mobil damkar yang akan dilelang karena rusak berat mencapai 79 unit, serta 60 fire motorcycle.

“Anda bayangkan, untuk menunggu ATPM datang harus menunggu dua tahun. Ada 20 mobil yang harus diperbaiki. Yang lebih menarik lagi, satu unit mobil damkar atpm-nya ada tiga. Kalau perlu diproses secara hukum jika ATPM itu melanggar perjanjian kerjasama. Masa memperbaiki mobil butuh dua tahun,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Saat ini, ungkapnya, masih ada wilayah di Jakarta yang rawan kebakaran. Masyarakat ibukota sangat membutuhkan mobil pemadam kebakaran, namun mobil damkar yang ada tidak bisa digunakan karena kurang perawatan.

“Ini merugikan masyarakat. Mereka butuh cepat jika ada kebakaran. Eh, malah sekarang mau mengajukan pengadaan mobil damkar baru, nilainya mencapai lebih dari 100 miliar rupiah pula,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, turut mendampingi Ketua dan Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Matnoor Tindoan dan Syarif. Mereka menduga ada kongkalikong antara oknum Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan ATPM terkait dalam pemeliharaan dan pengadaan mobil damkar.
“Untuk satu unit sepeda motor damkar saja dibeli seharga 35 juta rupiah sampai 40 juta rupiah

Mobil damkar kapasitas 4000 liter air, dibeli dengan harga 7-8 miliar rupiah per unit. Tapi setelah dibeli, malah mangkrak begini. Yang rugi kan rakyat,” kata Sekretaris komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif.

Staff seksi pemeliharaan Dinas Damkar, Nur Tri Hadiono mengatakan, setiap mobil damkar yang akan diperbaiki harus melewati lelang pengadaan ATPM. Bahkan, setiap unit mobil damkar ditangani 2-3 ATPM.

“Kan harus lelang dulu melalui Dinas untuk kerjasama dengan ATPM. Satu mobil damkar itu beragam masalahnya. Ada pompanya yang rusak, ada mesin mobilnya, ada tangkinya. Setiap item itu harus diperbaiki oleh ATPM berbeda, karena penangananya berbeda,” katanya.

Diakuinya, beberapa mobil damkar yang terparkir di gudang itu masih bisa difungsikan. Namun, setelah dua tahun menunggu, mobil damkar itu tak kunjung diperbaiki dengan alasan belum mendapatkan ATPM yang andal.  pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment