Banyak Keunggulan Ranpur Taktis Ciptaan Prajurit Marinir | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments

Banyak Keunggulan Ranpur Taktis Ciptaan Prajurit Marinir

Banyak Keunggulan Ranpur Taktis Ciptaan Prajurit Marinir

Foto : Istimewa
Amfibi Kasrat hasil pengembangan peneliti Dislitbangal yang bermarkas di Pondok Labu, Jakarta Selatan.
A   A   A   Pengaturan Font

Indonesia sudah bertekad untuk tidak lagi jadi negara yang hanya jadi konsumen untuk urusan Alutsista pertahanan. Indonesia, harus jadi produsen alat perang sendiri. Indonesia mesti mandiri dalam hal pengadaan alat pertahanan. Begitulah tekad yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Indonesia punya modal untuk itu. Punya bekal untuk mewujudkan kemandirian Alutsista. Punya banyak sumber daya manusia yang bisa didayagunakan. Faktanya, Indonesia sudah mampu membuat tank kelas medium seperti tank harimau. Bisa meracik Maung, kendaraan militer taktis buatan Pindad yang sedang viral akhir-akhir ini. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akan memborong 500 unit kendaraan taktis Maung untuk keperluan operasional TNI.

Salah satu kendaraan perang made in Indonesia yang tak kalah membanggakan adalah kendaraan amfibi yang diberi nama Kasrat. Kendaraan amfibi Kasrat ini, merupakan hasil pengembangan peneliti Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) yang bermarkas di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Perancangnya, anak negeri sendiri. Seorang prajurit Marinir TNI AL, Kolonel Mar Citro Subono. Bekerja sama dengan PT Fiberboat, Kolonel Citro mengembangkan Kasrat, hingga punya sederet keunggulan lebih dibanding kendaraan tempur sejenis.

Kendaraan Amfibi Kasrat, menurut Citro, menggunakan mesin darat Isuzu NKR 71, 5100 CC, 125 PS, 4×4. Kasrat dilengkapi dengan dua mesin cummins mercruiser 220 HP, jenis diesel commonrail dan stem drive propeller. Setelah diotak-atik, Amfibi Kasrat pun menjelma jadi kendaraan tempur canggih yang bisa dioperasikan di darat maupun perairan.

“Keistimewaannya roda darat bisa dilipat keatas seperti pesawat saat di air. Kecepatannya saat dioperasikan di perairan  bisa mencapai 12 knot.  Sedangkan di darat mampu melaju dengan kecepatan 80 km per jam," kata Citro.

Citro menjelaskan sisi teknis Amfibi Kasrat yang dikembangkannya. Kasrat punya dimensi panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 3,1 meter dan mempunyai bobot 6,7 ton. Dengan dimensi seperti itu, Amfibi Kasrat mampu membawa tiga kru, 16 penumpang, dan 500 kg barang.

Amfibi Kasrat, kata dia, secara teknis bisa jadi kendaraan tempur serbaguna. Bisa jadi kendaraan amfibi untuk keperluan operasi  raid amfibi cepat dengan sasaran yang jauh di darat. Bisa difungsikan mengangkut bekal untuk re supply pasukan depan. Kegunaan lainnya, Amfibi Kasrat bisa difungsikan sebagai ambulance amfibi. Bisa jadi mobil komunikasi amfibi dan mobil komando.

“Secara non taktis, kendaraan amfibi Kasrat bisa digunakan untuk SAR banjir atau jadi kendaraan organik KRI  yang stand by di KRI atau jadi  kendaraan pangkalan untuk membantu fungsi pangkalan yang banyak menghadapi dua alam," ujarnya. ags/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment