Bank DKI Rugi Rp32 Miliar | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Kejahatan Perbankan | Diduga Terlibat Pembobolan, 10 Anggota Satpol PP Dinonaktifkan

Bank DKI Rugi Rp32 Miliar

Bank DKI Rugi Rp32 Miliar

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Bank DKI mengalami kerugian 32 miliar rupiah adanya pembobolan yang diduga dilakukan oknum anggota Satpol PP.

 

JAKARTA – Bank DKI meng­alami kerugian sebesar 32 mil­iar rupiah, akibat pembobolan yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. Pembobolan ini diduga dilakukan sejak bu­lan Mei hingga Agustus 2019.

“Menurut pengakuan me­reka sudah lama. Bukan sekali ambil dalam jumlah besar, te­tapi berkali kali sejak Mei 2019, “kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Arifin, di Jakarta, Senin (18/11).

Kendati demikian, Arifin mengatakan tindakan yang dilakukan oleh 12 oknum pe­tugas Satpol PP di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur ini bukanlah terkait de­ngan pencucian uang atau tin­dak pidana korupsi.

“Informasi yang saya dapat­kan mereka mengambil uang di ATM Bersama. Bukan ATM Bank DKI. ATM Bersama yang mana dia mengambilnya per­tama dia salah pin. Yang kedua baru pinnya benar dan uang­nya keluar namun saldonya ti­dak berkurang. Lalu, dia ambil lagi,” kata Arifin.

Selanjutnya, ungkap Ari­fin, anggota Satpol PP DKI itu mencoba lagi mengambil uang di ATM tersebut dan te­tap saldonya tidak berkurang. Dia mengungkapkan anggota Satpol PP DKI yang melakukan pembobolan itu mencapai 12 orang dan telah diserahkan ke Kepolisian.

“Yang terjadi seperti itu. Mereka ambil uang dan trans­fer uang di ATM tanpa me­ngurangi saldonya. Tapi jika nantinya setelah diselidiki oleh Polda ada niat tidak baik maka kami akan siapkan tindakan te­gas berupa pemecatan. Ya, tin­dakan tegasnya itu. Ada itikad nggak baik, dilakukan dengan cara tidak baik akan kami laku­kan pemecatan,” ungkapnya.

Menurutnya, anggota Sat­pol PP yang membobol uang di Bank DKI itu telah dinonak­tifkan 10 orang. Sementara dua orang lainnya masih bekerja karena telah mengembalikan uang tersebut ke bank DKI.

“Dan ini menurut peng­akuan mereka sudah lama. Bu­kan dalam sekali ambil sebesar itu, tidak. Ada yang bilang sejak Mei, lanjut sampai Agustus. Ke­napa pihak yang sana juga baru hebohnya sekarang. Itu juga jadi pertanyaan saya, sistem mereka seperti apa,” tuturnya

Penegak Hukum

Terkait dengan ini, Bank DKI Jakarta melaporkan dugaan pembobolan ke pene­gak hukum, dan pihak manaje­men bank menjamin keaman­an dana nasabah.

“Kejadian ini dilakukan pada ATM bank lain. Sejak awal kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait atas permasalahan ini,” kata Herry, dalam keterangan tertulisnya.

Herry membantah perma­salahan itu adalah pencurian uang oleh Satpol PP dari rek­ening Bank DKI. Kasus yang terjadi tidak ada hubungannya dengan dana nasabah yang ada di Bank DKI.

Layanan dan kegiatan ope­rasional perbankan tetap berjalan normal. “Bank DKI menjamin keamanan dana na­sabah,” katanya.

Herry menegaskan bahwa nasabah tidak perlu khawatir untuk tetap menggunakan lay­anan Bank DKI seperti biasa. Dana nasabah yang ada di Bank DKI dijamin aman.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, mem­bantah telah terjadinya pem­bobolan uang dari rekening bank DKI. Menurutnya, kasus yang terjadi tidak ada hubun­gannya dengan dana nasabah yang ada di Bank DKI karena tidak terkait dengan dana nasa­bah yang berada di Bank DKI.

“Layanan dan kegiatan ope­rasional perbankan tetap berja­lan dengan normal. Bank DKI menjamin keamanan dana na­sabah. Nasabah tidak perlu kha­watir untuk tetap menggunakan layanan Bank DKI seperti biasa dan dana nasabah yang berada di Bank DKI dijamin aman,” ka­tanya. pin/Ant/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment