Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments
Skema Pembiayaan

Bank Bukopin Bidik Pengusaha Hotel dan Restoran

Bank Bukopin Bidik Pengusaha Hotel dan Restoran

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – PT Bank Bukopin Tbk menawarkan dua skema pembiayaan kepada para pengusaha hotel dan restoran. Skema tersebut diharapkan membantu para pengusaha di sektor jasa itu mengelola arus kas dengan lebih baik.

Direktur Utama Bank Bukopin, Eko Rachmansyah Gindo mengatakan skema layanan yang pertama yakni solusi pembiayaan pembayaran tagihan listrik yang dikenal dengan Flexy Bill. Flexy Bill merupakan skema fasilitas talangan yang diberikan Bank Bukopin kepada para pelanggan PLN untuk pembayaran tagihan listrik.

“Bagi sebagian industri, terutama sektor manufaktur dan perhotelan, kewajiban membayar tagihan listrik merupakan pos anggaran bulanan yang harus diprioritaskan karena terkait langsung dengan kelangsungan operasi perusahaan,” katanya pada forum Rakernas ke- IV Perhimpunan Hotel dan Restoran seluruh Indonesia (PHRI) 2019 di Jakarta, Senin (11/2).

Menurut dia, rata-rata hotel berbintang setiap bulan tagihan listriknya cukup besar yakni berkisar antara 2-3 miliar rupiah. Sementara, bisnis di sektor tersebut menuntut reinvestasi dengan kebutuhan modal yang cukup besar. “Dengan menalangi pembayaran tagihan listrik mereka, para pelaku usaha memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan usahanya,” kata Eko.

 

Ketentuan Penerima

 

Fasilitas tersebut, jelasnya, diberikan kepada debitor yang telah melakukan kerja sama dengan Bank Bukopin dan PLN dengan margin deposit 20 – 30 persen dari tagihan listrik.

Selain itu, debitur juga tercatat sebagai pemilik lokasi usaha, serta tenor talangan maksimal enam bulan. “Baik PLN maupun para nasabah nantinya akan mendapatkan banyak manfaat. PLN akan mendapatkan kepastian pembayaran, dan dari sisi nasabah akan terbantu karena perputaran uang perusahaan dapat digunakan untuk keperluan produktif perusahaan lainnya,” paparnya.

Selain Flexy Bill, bank juga menawarkan Letter of Credit (L/C) atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) kepada para pengusaha properti. Fasilitas SKBDN diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis perhotelan dan restoran dalam menjalankan bisnisnya.

Untuk skema layanan itu tidak hanya ditawarkan kepada pihak pengusaha hotel, tetapi juga kepada kontraktor rekanan nasabah. 

 

bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment