Koran Jakarta | May 27 2018
No Comments
Keamanan Nasabah

Bank BRI Blokir Transaksi Simpedes dari Luar Negeri

Bank BRI Blokir Transaksi Simpedes dari Luar Negeri

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG- PT Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI) untuk sementara memblokir transaksi dari luar negeri terhadap semua nasabah Simpedes. Pemblokiran dilaksanakan untuk memutus rantai modus duplikasi atau skimming data nasabah yang selama ini melibatkan sindikat dari luar negeri.

“Kami juga akan menginvestigasi untuk mengetahui bagaimana para si ndikat tersebut bekerja sama dengan nasabah, termasuk kalau ada orang dari internal yang terlibat,” kata Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo di Bandung, akhir pekan lalu.

Menurut dia, nasabah Simpedes jarang bepergian ke luar negeri, tetapi dari kasus duplikasi data nasabah di Kediri terlihat data mereka dikirim ke sindikat di luar negeri oleh pelakunya di Indonesia. “BRI akan setting transaksi default untuk nasabah Simpedes agar transaksi luar negerinya ditolak,” katanya.

Berkaitan dengan itu, BRI akan memberikan sosialisasi, tetapi tetap mengecualikan nasabah prioritas yang sering bepergian ke luar negeri, khususnya yang mènggunakan transaksi kartu kredit. Selain itu, perseroan juga mulai menerapkan teknologi pengaman chip untuk kartu debit bagi nasabah baru yang mengajukan aplikasi kartu debit BRI.

“Sesuai target Bank Indonesia harus diaplikasikan teknologi chip paling lambat tahun 2021, tetapi BRI akan menerapkan ke nasabah existing sekitar 30 persen pada tahun ini dari sekitar 60 juta nasabah kami,” kata Indra. Indra dalam kesempatan itu mengaku kesulitan untuk masuk ke sebuah daerah wilayah Sumatera Selatan yang diduga merupakan markas pelaku kejahatan perbankan berupa penyedotan saldo melalui one time password (OTP).

Di daerah tersebut, jelas Indra pelaku kejahatan perbankan telah membaur dengan penduduk. “Pelaku kejahatan sudah kongkalikong dengan penduduk sekitar,” kata Indra. Dia menyebutkan, daerah tersebut susah untuk dimasuki orang luar. Hal ini karena satu kampung tersebut diduga mayoritas terlibat kejahatan perbankan.

Satu-satunya cara agar pelaku kejahatan di daerah tersebut bisa ditangkap adalah membawa pelaku keluar daerah. Namun hal itu tidak mudah. Saat ini BRI bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Selain kasus skimming atau penggandaan data kartu debit, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) saat ini sedang menangani kasus penyedotan saldo melalui OTP. 

 

bud/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment