Koran Jakarta | April 20 2019
No Comments

Bangunan Perlu Utamakan Harmonisasi dengan Lingkungan

Bangunan Perlu Utamakan Harmonisasi dengan Lingkungan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Nilai bangunan tidak sekedar estetika ataupun mengggunakan desain teranyar. Yang tidak kalah penting, bangunan perlu desain yang harmonis dan serasi dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga, keberadaannya dapat menyatu bukan malah mencederai.

Konsep tersebutlah yang menjadi salah satu penilaian dalam pemberian award arsitektur maupun desain interior yang dilakukan sejumlah perusahaan. Pada trimester pertama 2019, hampir secara bersamaan sejumlah perusahaan memberikan penghargaan arsitektur maupun interior pada sejumlah bangunan di dalam negeri, mulai bangunan komersial hingga residensial.

Monika Frederika, Marketing Manager PT NS BlueScope Indonesia mengatakan pada ajang Steel Architecture Award 2019 yang diinisiasi Colorbond, produk lapis baja dengan teknologi revolusi. PT Blue- Scope Indonesia memberikan penilaian tidak hanya sebatas kreatifitas. Panitia memberikan tambahan penilaian terkait keberlangsungan bangunan.

“Ada tambahan penilaian apakah bangunan memberikan kontribusi positif untuk environment (lingkungan), apakah bangunan bisa sustain (keberlangsungan),” ujar dia dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta. Penilaian tersebut melengkapi kategori penilaian lainya, diantaranya kreatifitas bangunan.

Tujuan dari ajang yang telah dilakukan sebanyak dua kali tidak lain untuk menginspirasi pemilik bangunan, kontraktor maupun arsitek untuk mengeksplorasi penggunaan lapis baja.

Karya peserta telah memasukkan entri desainnya sejak 2018. Karya-karya tersebut terdiri dari commercial architecture, industrial architecture, infrastructure and public architecture, residential architecture dan energy and mining architecture.

Tidak jauh berbeda, Kohler Bold Design Award yang diadakan Kohler, yang dikenal sebagai produsen produk alat dapur serta kamar mandi menyertakan kategori penilaian harmonisasi dengan lingkungan untuk menilai karya arsitektur maupun interior.

“Nggak hanya bagus, untuk penilaian cukup komplek, seperti desainnya seperti apa, harmonisasi dengan lingkungannya seperti apa,”ujar Tony Chi, desainer interior sekaligus pendiri studio tonychi yang berbasis di New York dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Jumat (8/3).

Andra Matin, arsitek, yang turut didapuk dalam tim juri memberikan pemahaman lebih luas bahwa budaya tanah air merupakan bagian kekayaan yang perlu dipertimbangakan dalam sebuah desain.

“Satu bentuk karakteristiknya, bagaimana Indonesia ke depan, bagaimana respon terhadap budaya Indonesia baru,” ujar dia. Maksudnya, para arsitek dan desainer interior ditantang untuk menggunakan budaya dalam persepsi yang lebih baru

. Dari sekitar lebihdari 300 karya yang masuk, kebanyakan karya didominasi residensial atau tempat tinggal. Urutan berikutnya desain hospitality.

“Mungkin, Indonesia cukup baik industri hospitalitynya,” ujar Hidajat Endramukti, arsitek sekaligus sebagai salah satu juri. Sementara kompetisi memasukkan beberapa kategori karya mulai apartemen mewah, villa, bandara internasional, toko ritel maupun hotel.

Ajang award dapat menjadi barometer para arsitektur maupun desainer interior untuk meningkatkan karya. Selain itu, ajang kompetisi sekaligus untuk memperkenalkan diri di ajang nasional bahkan internasional. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment