Bangun Kepercayaan dengan Domain Lokal | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments
Jaringan Internet

Bangun Kepercayaan dengan Domain Lokal

Bangun Kepercayaan dengan Domain Lokal

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Bagi pebisnis di dunia maya domain internet sangat berguna dalam membangun kepercayaan dan merek. Bagi perusahaan lokal domain .id menjadi ciri, identitas, dan penegasan eksistensinya di Indonesia.

Domain adalah salah satu komponen utama membuat website. Ibarat website adalah rumah, domain adalah alamat untuk menuju ke rumah tersebut. Faktanya, apabila seseorang sudah mendaftarkan nama domainnya, tidak akan ada yang dapat mengambil domain tersebut.

Pemilik bisnis harus segera membeli domain dengan nama merek bisnisnya untuk mengamankan domain tersebut digunakan bahkan disalahgunakan oleh pihak lain.

Dengan membeli nama domain, sama saja pemilik bisnis sedang mendaftarkan merek yang tidak ada duanya di internet. Brand and Reputation Management, Ayunda Zikrina, mengatakan bagi orang Indonesia domain .id sendiri sudah menjadi ciri dan identitas domain Indonesia. “Domain ini sekaligus sebagai cara membangun kepercayaan di mata mitranya. Beruntung, kesadaran akan pentingnya domain .id kini semakin meningkat,” ujar dia.

Menurut Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), pada awal Februari 2020, jumlah pengguna domain .id meningkat dibanding tahun lalu. Jumlah pengguna domain .id juga dilaporkan telah lebih banyak dibanding domain co.id.

Sejak dirilis tahun 2014, domain .id menjadi domain andalan Pandi. Selain karena ekstensinya yang singkat dan jelas, domain .id juga sangat cocok merepresentasikan Indonesia.

Angka pertumbuhan nama domain .id pada tahun 2019 lalu mengalami tren positif, dengan jumlah mencapai 352.905 atau naik sebanyak 25 persen dari 2018 yang tercatat sebanyak 281.467.

Ketua Pandi, Yudho Giri Sucahyo, mengungkapkan domain .id semakin dilirik dan diminati bukan hanya masyarakat dalam negeri saja, tetapi masyarakat luar negeri seperti AS, Singapura, Tiongkok, Jerman, Australia, dan negara lainnya.

“Hal ini tidak lepas dari strategi yang dilakukan Pandi selaku .id Registry, dalam kerja sama dengan berbagai mitra staregis untuk meningkatkan brand awareness nama Domain.id, seperti di bidang olahraga,musik, hingga pendidikan,” ujar dia.

Yudho menambahkan, domain.id dirilis untuk mendorong semakin banyak bisnis daerah dan nasional go online. Selain itu, kepemilikan domain ini juga diharapkan dapat mendorong banyak pelaku bisnis untuk mengamankan merek mereka.

Sejalan dengan Pandi Niagahoster sendiri mengungkapkan penjualan domain .id mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan peningkatan preferensi orang-orang Indonesia yang sudah mulai menggunakan domain .id untuk lebih identik sebagai perusahaan lokal atau nasional.

“Di Niagahoster saat ini, domain .id menjadi ekstensi domain kedua terbanyak yang dibeli setelah .com. Angkanya hampir mencapai 15,000 registrants,” ungkap Data Analyst Niagahoster Yogi Maulana. Niagahoster pun mendukung langkah Pandi untuk lebih mempromosikan domain.id.

Harapannya, domain .id dapat menjadi domain alternatif tidak hanya di level nasional saja, tetapi juga internasional. Era “Googling” Domain .id mendukung dalam upaya pencarian entitas bisnis lokal di internet. Saat melakukan “googling” pengguna dimudahkan dalam mencari perusahaan lokal dengan domain .id di belakangnya namanya.

Data dari Bright Local menyebutkan 90 persen menggunakan internet untuk mencari bisnis lokal tertentu, dan 33 persen diantaranya secara aktif mencari setiap harinya.

Data ini menunjukkan pentingnya bisnis hadir di dunia maya setiap waktu. Selain untuk mengamankan nama merek, bisnis perlu memaksimalkan semua kanal sebagai media branding dan pemasaran produknya.

“Jangan sampai saat calon pelanggan ingin menuju ke website Anda, yang tertampil malah brand milik orang lain. Itu akan mengurangi buying experience (pengalaman membeli) seseorang,” kata Ayunda.

Bagi yang telah menggunakan domain non id, Yogi Maulana. menyarankan agar perusahaan (baik nasional maupun internasional) bisa harus beradaptasi. Salah satu caranya adalah dengan “masking” atau menyembunyikan nama domain tertentu di domain utama yang dimiliki dengan domain .id.

Teknik masking banyak dilakukan untuk memastikan nama-nama domain yang mungkin diakses oleh banyak orang dapat menampilkan informasi yang sama dengan informasi di domain utama. Banyak bisnis melakukan masking agar menghindarkan pengunjung website mengarah ke halaman website milik orang lain dan mendapatkan informasi yang salah. hay/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment