Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments

Bangkit dari Utang Rp7,7 Miliar

Bangkit dari Utang Rp7,7 Miliar
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Melawan Kemustahilan

Penulis : Dewa Eka Prayoga

Tebal : 194 Halaman

Penerbit : KMO Indonesia

Cetakan : 1 November 2018

Buku ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang beberapa kali menghadapi ujian “mustahil” diselesaikan dari segi logika. Namun, kata mustahil hanya ada pada kamus orang-orang yang tidak percaya kebesaran Allah. Dia ditipu rekan bisnisnya hingga harus menanggung utang 7,7 miliar rupiah setelah 18 hari menikah dan saat istri dinyatakan hamil. Keluarganya menuduh istri sebagai pembawa sial sampai Dewa pernah diminta menceraikan.

Dihina, diancam akan dipenjara, bahkan diancam akan dibunuh, dihadapi dengan penuh keimanan. Terinspirasi filosofi sofa marwah, penulis memilih bergerak dengan penuh harap, walaupun secara logika tidak akan bisa melunasi utang. Dia memulai usaha ceker pedas buatan istri yang dijual secara online. Pernah suatu hari, Dewa mengantarkan pesanan ke tempat yang jauh dari rumah dan sulit menemukan alamat. Namun, pembeli justru membatalkan ketika pesanan telah tiba. Ini benar-benar perjuangan tidak mudah dengan untung tidak seberapa. Akhirnya, Dewa memutuskan menutup usaha tersebut.

Seorang teman menyarankan menulis buku bisnis tentang kebangkrutannya agar bisa menjadi pelajaran pengusaha pemula. Awalnya, Dewa ragu, apakah pantas orang bangkrut menulis buku bisnis. Namun, akhirnya menulis juga. Lahirlah buku 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula yang ditulis hanya sepekan (halaman 42–43).

Karena keterbatasan modal, buku tersebut dijual melalui akun Twitter dengan sistem pre order dan terjual ribuan eksemplar. Keuntungannya mencapai ratusan juta rupiah. Sejak itu, Dewa aktif menulis buku dan mengisi seminar bertemakan bisnis hingga dijuluki “Dewa Selling” dan mendirikan perusahaan Bilionaire Store.

Dia terus belajar agar bisa menjadi coach bisnis top. Namun, mentor bisnisnya sendiri mengatakan ke orang lain, “Dewa tuh ga pantes jadi coach.” Berita itu sampai juga ke telinga Dewa dan menyakitkan. Untung dia pantang menyerah! Cemooh seperti itu hanyalah small test (halaman 100).

Bisnis Dewa semakin melesat. Utang sudah hampir lunas. Namun rupanya, kebangkrutan 7,7 miliar rupiah tersebut belum cukup untuk mengujinya. Dia kembali harus menjalani episode melawan kemustahilan kedua, terkena penyakit langka Guillain-Barre Syndrome (GBS). Penyakit ini menyerang syaraf yang membuatnya lumpuh, bahkan koma beberapa pekan.

Sedih dan marah! Inilah yang dirasakan istri melihat kondisi suaminya semakin menurun (halaman 145). Istri berdoa untuk suaminya dengan penuh kepasrahan. Ajaib, justru inilah titik balik kondisi kesehatan Dewa. Sejak itu, kesehatannya semakin membaik. Tak lama kemudian diizinkan pulang. Penyakitnya diceritakan dalam bab Santan Kehidupan.

Ujian-ujian berat membentuknya menjadi pribadi yang lebih terobsesi dengan dunia akhirat sebagaimana dibahas dalam bab Semangat Langit. Untuk melihat langkah-langkah yang dijalani untuk melawan kemustahilan, pembaca dalam menyimak dalam judul Tembak Server-nya Langsung. 

Diresensi Jerry Ekasari, PNS Asisten Apoteker RSCM

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment