Bahan yang Bisa Meregenerasi Email Gigi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments

Bahan yang Bisa Meregenerasi Email Gigi

Bahan yang Bisa Meregenerasi Email Gigi

Foto : ist
A   A   A   Pengaturan Font

Para peneliti di Queen Mary University of London berhasil mengembangkan cara baru untuk menumbuhkan bahan mineral yang dapat meregenerasi jaringan keras seperti email gigi dan tulang.

Enamel, yang terletak di bagian luar gigi kita merupakan jaringan terberat, terkeras dalam tubuh sehingga memungkinkan gigi kita berfungsi seumur hidup kita untuk mengigit dan mengunyah makanan, meskipun terkadang harus terpapar makanan dan minuman yang asam, ataupun makanan dan minuman dengan suhu ekstrem.

Kinerja email gigi yang luar biasa ini sebenarnya dihasilkan dari strukturnya yang sangat terorganisir. Namun, tidak seperti jaringan tubuh lainnya seperti rambut atau kuku, enamel gigi tidak dapat meregenerasi dirinya setelah ia rusak yang dapat menyebabkan rasa sakit atau malah berdampak pada kehilangan gigi kita.

Masalah-masalah tersebut mempengaruhi lebih dari 50 persen populasi dunia dan karenanya menemukan cara untuk menciptakan kembali enamel sesungguhnya sudah menjadi sebuah kebutuhan utama dalam kedokteran gigi sejak lama.

Studi yang dipublikasikan di Nature Communications ini menunjukkan bahwa pendekatan baru ini dapat membuat bahan yang secara presisi dan urutan yang luar biasa yang terlihat dan berperilaku seperti enamel gigi.

Bahan-bahan tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam komplikasi gigi seperti pencegahan dan perawatan kerusakan gigi, sensitivitas gigi atau juga dikenal sebagai hipersensitivitas dentin.

Dr Sherif Elsharkawy, seorang dokter gigi di Sekolah Teknik dan Ilmu Material Queen Mary, mengatakan bahwa apa yang dilakukan sangat menarik karena kesederhanaan dan keserbagunaan platform mineralisasi membuka peluang untuk merawat dan meregenerasi jaringan gigi.

Sebagai contoh, menurutnya adalah bahwa para ilmuan bisa mengembangkan perban tahan asam yang dapat menyusup, mineralisasi, dan melindungi tubulus dentinal gigi manusia yang terbuka untuk pengobatan hipersensitivitas dentin

. Mekanisme yang telah dikembangkan didasarkan pada bahan protein spesifik yang mampu memicu dan memandu pertumbuhan nanokristal apatit pada berbagai skala - mirip dengan bagaimana kristal ini tumbuh ketika enamel gigi berkembang di tubuh kita. Organisasi struktural ini sangat penting untuk sifat fisik luar biasa yang ditunjukkan oleh enamel gigi alami.

Penulis utama Profesor Alvaro Mata, dari Sekolah Teknik dan Ilmu Material Queen Mary, mengatakan: “Tujuan utama dalam ilmu material adalah belajar dari alam untuk mengembangkan bahan-bahan yang berguna berdasarkan kontrol yang tepat dari molekul-molekul bangunan itu.

Penemuan utama telah kemungkinan untuk mengeksploitasi protein yang tidak teratur untuk mengontrol dan memandu proses mineralisasi pada berbagai skala.

Melalui ini, kami telah mengembangkan teknik untuk dengan mudah menumbuhkan bahan sintetis yang meniru arsitektur yang terorganisir secara hierarkis,” kata Mata.

Mengaktifkan kontrol proses mineralisasi membuka kemungkinan untuk membuat bahan dengan sifat yang meniru berbagai jaringan keras di luar enamel seperti tulang dan dentin.

Dengan demikian, karya ini memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai aplikasi dalam kedokteran regeneratif. Selain itu, penelitian ini juga memberikan wawasan tentang peran gangguan protein dalam fisiologi dan patologi manusia.

Produk Pemutih dapat Merusak Lapisan Gigi Sebelumnya sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menunjukan bawah penggunaan produk pemutih gigi dapat menyebabkan kerusakan gigi, meskipun produk yang sama dapat membuat senyum seseorang menjadi lebih cerah.

Dalam tiga studi yang dilakukan para peneliti menemukan bahwa hidrogen peroksida, bahan aktif dalam strip pemutih yang dijual bebas, dapat merusak jaringan dentin kaya protein yang ditemukan di bawah enamel pelindung gigi.

Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Amerika tahun lalu ini, memastikan bahwa hidrogen peroksida dapat menembus enamel dan dentin.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Kelly Kennan ini memang berfokus pada dentin, yang membentuk sebagian besar gigi dan memiliki kadar protein yang tinggi, dimana sebagian besar adalah kolagen. “Kami berusaha untuk lebih mengkarakterisasi apa yang hidrogen peroksida lakukan terhadap kolagen,” kata Keenan.

Para peneliti menunjukkan bahwa protein utama dalam dentin diubah menjadi fragmen yang lebih kecil ketika diperlakukan dengan hidrogen peroksida. Dalam percobaan tambahan, mereka memperlakukan kolagen murni dengan hidrogen peroksida dan kemudian menganalisis protein menggunakan teknik laboratorium elektroforesis gel yang memungkinkan protein untuk divisualisasikan.

“Hasil kami menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi hidrogen peroksida mirip dengan yang ditemukan dalam strip pemutih sudah cukup untuk membuat protein kolagen asli menghilang, yang mungkin karena pembentukan banyak fragmen yang lebih kecil,” kata Keenan. Selama ini , orang Amerika menghabiskan lebih dari satu miliar dolar untuk produk pemutihan gigi setiap tahun.  nik/dariberbagaisumber/R-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment