Koran Jakarta | November 15 2018
No Comments

Bahan Metal untuk Tempat Tinggal

Bahan Metal untuk Tempat Tinggal

Foto : koran jakarta/dini daniswari
A   A   A   Pengaturan Font

Bahan metal mulai menggantikan bahan konvensional, yang kebanyakan terbuat dari tanah untuk pembuatan bangunan. Hanya dengan pemanfaatan yang tepat, bahan metal akan memberikan kenyaman dalam sebuah bangunan.

Bahan metal paling sering digunakan dalam pembuatan bangunan pabrik maupun industri lainnya. Bahan dipilih karena proses pembangunannya dapat lebih cepat.

Saat ini, metal mulai digunakan di sejumlah rumah tinggal. Penggunaan sedikit berbeda dibanding di bangunan komersial. Mengingat, rumah merupakan bangunan yang terkesan personal. Bahan tersebut belum diaplikasikan untuk semua bagian. Tan Tik Lam, merupakan arsitek yang menggunakan metal sebagai salah satu desain tempat tinggal. Selama 10 tahun terakhir, ia banyak mengembangkan metal untuk berbagai desainnya.

Arsitek yang akrab disapa Lami ini berujar dalam penggunaan metal, arsitek perlu memahami karakateristik bahan metal yang akan digunakannya. Misalnya daya lengkung, kemampuan daya lengkung metal akan mempengaruhi sebuah desain. Lami mengaku tidak menggunakan metal untuk menyelubungi bangunan. Ia hanya menggunakan metal untuk atap. Bentang metal yang lebar memungkinkan tidak adanya sambungan. Hanya untuk bagian tersebut, ia menyarankan pemasangan memiliki kemiringan kurang lebih 2 sampai 3 persen.

Tujuannya tidak lain agar air dapat mengalir. Selain itu, ia menyarankan pemasangan di bagian metal tidak dalam posisi datar. “Kalau, full datar, tidak. Nanti air tidak mengalir,” ujar dia yang ditemui di Jakarta, Rabu (12/9). Metal yang berbentuk datar dapat menjadi dinding sebagai pengganti batu bata maupun batako.

Lami menyarankan untuk bagian tersebut tidak diletakkan di sebelah barat. Dengan alasan sebagai negara tropis, banyaknya terpaan panas matahari menjelang sore dari bagian barat. Dinding yang menghadap barat, terlebih yang terbuat dari metal, akan menampung panas matahari, sehingga ruang di dalamnya menjadi lebih panas.

Selama mendesain menggunakan metal, Lami mengaku belum pernah menggunakan metal sebagai pengganti dinding di dalam maupun di luar ruangan.

“Kalau untuk rumah, saya belum menemukan sense metal untuk dinding, karena rumah harus intimate, personal, human sense maupun mempertimbangkan iklim,” ujar dia tentang metal yang dapat menghantarkan panas lebih cepat. Lapisan metal sebagai pengganti dinding hanya digunakan sebagaisecond layer atau lapisan dinding kedua atau terluar yang biasa dipasang untuk fasad. “Untuk fasad bisa menghadap barat sebagai second layer, bukan first layer,” ujar dia.

Penggunaan metal sebatas untuk membentukkan karakter desain namun bukan sebagai pengganti dinding dari bahan konvensional. Bahan metal yang terkesan dingin tidak selalu identik dengan konsep futuristik, terutama setelah menjadi desain bangunan. Berbagai rumah di Sumatera Barat dan Jawa Tengah menggunakan seng sebagai pelapis atapnya. “Tetapi, (bangunan) tidak terkesan futuristik,” ujar arsitek yang banyak merancang tempat tinggal tersebut.

Malah desain rumah tersebut memiliki kesan intimate karena dapat menyatukan kebutuhan manusia terhadap sebuah rumah tinggal. Pemasangan metal yang tergolong cepat dapat menjadi alternatif pembuatan rumah warga Lombok yang tengah dilanda bencana.

”Karena, metal sifatnya bisa massal,” ujar Lami. Ia tidak terlalu menyarankan penggunaan bambu sebagai pembangunan rumah untuk warga Lombok. Kebutuhan rumah massal menyebabkan pasokan bambu menjadi banyak sehingga harganya bisa menjadi mahal. Rumah berbahan metal tergolong rumah ringan.

Sehingga arsitek maupun kontraktor perlu memperhatikan ukuran bangunan supaya bangunan tidak mudah hancur. Salah satunya dengan membuat komposisi atap lebih besar dibandingkan dengan bagian bawahnya. Beberapa perusahaan baja melirik peluang untuk membuat rumah di Lombok dengan baja lapis.

“Sekarang, kami tengah merencanakannya (membuat rumah warga gempa di Lombok),” ujar Monica Frederika, Marketing Manager PT NS BlueScope Indonesia. Pihaknya tengah bekerja sama dengan distributor yang berada di Bali maupun Surabaya. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment