Babat Regulasi yang Berlaku saat Ini | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia, Satriwan Salim, tentang Tata Kelola Guru

Babat Regulasi yang Berlaku saat Ini

Babat Regulasi yang Berlaku saat Ini

Foto : ISTIMEWA
Satriwan Salim
A   A   A   Pengaturan Font
Guru merupakan profesi yang mulia sekaligus tersulit. Tersulit, karena guru ditugasi untuk membentuk karakter kader masa depan bangsa. Tapi di sisi lain, waktu guru lebih banyak habis untuk mengerjakan tugas administratif, tanpa manfaat yang jelas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim, melalui pidatonya yang diunggah di laman resmi Kemendikbud untuk memperingati Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November, turut mengkritik aturanaturan yang justru menyulitkan tugas para guru selama ini.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana seharusnya tugas guru dan pembenahan tata kelola guru ke depan, Koran Jakarta mewawancarai Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim. Berikut betikannya.

Persoalan apa saja dalam pengelolaan guru di Indonesia yang mendesak untuk dibenahi pemerintah?

Pengelolaan guru di Indonesia masalahnya sangat kompleks. Semua komponen dalam pengelolaan guru ini sangat mendesak untuk ditingkatkan. Pertama, kita lihat dari tingkat kompetensinya. Tahun 2015 pernah diadakan Uji Kompetensi Guru, tapi hasilnya sangat rendah, sekitar 56.69 dari total skala nasional. Perlu ada intervensi lebih dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk meningkatkan kompetensi guru.

Model pelatihan apa yang tepat untuk peningkatan kompetensi ini?

Tentu model dan format pelatihan harus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kondisi zaman maupun kebutuhan di masing-masing daerah. Saat ini, pelatihan guru masih menggunakan format yang itu-itu saja, dan penyelenggaraannya masih atas kehendak pemerintah. Padahal di daerah itu kebutuhan guru berbeda, ada yang membutuhkan peningkatan pedagogi, tapi ada juga yang butuh pelatihan penyampaian materi memanfaatkan teknologi, misalnya.

Kami sendiri menawarkan format pelatihan guru itu harus Berbobot, Berkualitas, Berdampak, Berkelanjutan, dan melakukan proses Evaluasi (4B1E). Justru yang terjadi sekarang format pelatihannya kebalikan dari 4B1E ini. Guru diundang ke pusat mendengarkan pemateri yang tidak menarik.

Kalau dari kesejahteraan guru seperti apa?

Permasalahan kesejahteraan, lebih spesifik lagi guru honorer merupakan permasalahan yang hadir secara akumulatif. Kami apresiasi solusi pemerintah dengan mengangkat guru honorer melalui jalur Pegawai Pemerintah pada Perjanjian Kontrak (PPPK). Meski begitu, masih ada guru honorer yang tidak masuk PPPK.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyinggung soal kerja adiministrasi guru yang menghambat proses belajar. Bagaimana tanggapan Anda?

Saya sepakat dengan itu. Beban guru secara administratif sangat menumpuk dan tidak terlalu bermanfaat. Tapi, regulasinya mengatur untuk membuat hal-hal seperti perangkat pembelajaran.

Harapannya beban ini bisa diefektifkan dan ucapan Mendikbud soal ini juga tidak hanya pengakuan. Kalau benar-benar mau menghilangkan beban administratif tadi harus benar-benar membabat regulasi yang ada sekarang.

Perlu ada grand design pengelolaan guru?

Ya itu harus dibuat, mulai dari rekrutmen sampai redistribusi. Kalau grand design ini ada, nanti bisa ada kesinambungan. Misalnya dalam proses rekrutmen itu melibatkan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang mencetak calon guru. Di LPTK ini proses pelatihan calon guru harus disesuaikan dengan perkembangan di masyarakat maupun kebijakan akseleratif sektor pendidikan. Jangan sampai di masyarakat berbicara industri 4.0, tapi LPTK masih 3.0.

Lalu, ada redistribusi ini untuk melihat sejauh mana ketersebaran guru di Indonesia. Kondisinya sekarang di beberapa kota kelebihan guru dan di kota lain justru kekurangan. Ini yang nantinya bisa dibenahi kalau ada grand design.

 

ruf/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment