Koran Jakarta | August 23 2019
No Comments
Energi Terbarukan

Aturan Kendaraan Biofuel Direvisi

Aturan Kendaraan Biofuel Direvisi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pemerintah te­ngah menggodok skema pajak bagi kendaraan berbahan ba­kar alternatif atau Flexy Engine yang berbahan bakar biofuel. Hal itu seiring dengan langkah pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) 41 Tahun 2013 tentang Pajak Penjualan atas Ba­rang Mewah (PPnBM).

Menteri Perindustrian Air­langga Hartarto menyampaikan, Pemerintah tengah mendorong penggunaan biofuel 100 per­sen (B100). B100 setara dengan Euro 4 dan diharapkan bisa te­realisasi pada dua tahun men­datang. “Jika terpenuhi maka PPnBM untuk B100 maksimal 8 persen,”ungkapnya uai acara “Pelantikan Pejabat Eselon I” di Jakarta, Rabu (14/8).

Airlangga melanjutkan, saat ini pemerintah masih mendo­rong penggunaan biofuel sebe­sar 30 persen (B30). Implemen­tasinya diharapkan pada tahun 2020. Saat ini sedang dilakukan uji coba dan tidak mengalami kendala berarti. Produsen oto­motif terang dia sudah siap men­erapkannnya.

Adapun revisi PP dibuat se­telah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Presiden tentang Kendaraan Lis­trik. Dalam revisi PP tersebut Pe­merintah memberikan insentif berbasiskan emisi kendaraan.

Lakukan Kajian

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mine­ral (ESDM) tengah melakukan uji prespitasi dan start ability penggunaan campuran 30 per­sen Bahan Bakar Nabati (BBN) Jenis Biodiesel ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar (B30) pada kendaraan bermotor di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.

Menurut Kepala Balitbang Kementerian ESDM Dadan Kus­diana, uji itu bagian dari uji jalan (road test) B30 untuk menentu­kan nilai kandungan Monogli­serida (MG) yang optimum yang akan diimplementasikan seba­gai standar acuan mutu bahan bakar B30 di Indonesia.

Proses pengujian dan pemi­lihan lokasi di Dieng guna meng­uji kemampuan bahan bakar melakukan adaptasi pada kondi­si udara yang lebih dingin.”Kami nyalakan (start ability) mesin kendaraan setelah didiamkan (soaking) bahan bakar pada cor­ong terpisah selama periode ter­tentu pada kondisi udara dingin kendaraan mesin diesel yang menggunakan bahan bakar B30 (dengan kandungan Monogli­serida yang berbeda),” jelasnya. ers/E-12

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment