Koran Jakarta | August 16 2017
No Comments

Atur Interior di Ruang Minim

Atur Interior di Ruang Minim

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Samakin hari, manusia “diajak” untuk beradaptasi tinggal di ruangan dengan ukuran minim. Meski begitu, penghuni harusnya tidak kehilangan sisi kenyamanannya.

Rochadi, Sekretaris Jendral Himpunan Desainer Interior Indonesia mengatakan ada perbedaan pandangan mengenai tempat tinggal dengan ukuran minim, seperti ukuran 21 meter persegi.

Dari sisi edukasi, ia mengatakan tempat tinggal perlu memiliki tempat yang layak untuk mck (mandi cuci kakus), dapur, tempat tidur maupun ruang tamu yang dapat menyatu dengan living room. “Kalau ngomongin layak, ruangan dikalikan empat akan lebih dari 21 meter persegi,” ujar dia di Jakarta Pusat, Selasa (8/8).

Namun, tempat tinggal tidak dapat dimaknai sebatas sudut pandang edukasi. Dari segi bisnis, tempat tinggal memiliki makna yang berbeda. Tempat tinggal tidak bisa disamakan dengan kelayakan sepertihalnya pandangan dari sisi edukasi. 

Sudut pandang bisnis memiliki pandangan tempat tinggal akan memudahkan menuju ke tempat aktifitas.‎ “Seperti, apartemen di kawasan Sudirman,” ujar dia. 

Dengan lokasi apartemen, penghuni menjadi lebih dekat dengan tempat kerja. Apartemen hanya digunakan untuk mandi tidur maupun makan selebihnya aktifitas dapat dilakukan di luar. Namun, penghuni dapat berangkat ke tempat kerja sekitar sepuluh menit sebelum masuk jam kantor. “Sehingga, mereka bisa menghemat waktu, kerja menjadi fresh,” ujar dia.  

Agar tempat tinggal menjadi nyaman, Rochadi menyarankan untuk menggunakan interior sesuai ukuran ruang tempat tinggal, seperti lemari pakaian yang disesuaikan dengan ukuran ruang. 

Yang menjadi kendala, kerapkali penghuni membawa kebiasaan di tempat tinggal ukuran besar ke tempat tinggal minim. Hobi masak yang membutuhkan peralatan besar dilakukan di apartemen ukuran studio. Alhasil, ruangan menjadi lebih sempit.

Sementara, Iwan Dwi Irwanto, Presiden Direktur Grohe Indonesia, sebuah produsen sanitari mengatakan produk-produk makin menyesuaikan dengan ukuran ruang yang makin kecil. Seperti shower toilet atau kloset dengan teknologi terkini yang dapat ditempatkan menyatu dengan living room

“Bahkan kalau di Eropa ditempatkan menyatu dengan living room,” ujar dia tentang produk yang baru diluncurkan dan dibandrol seharga 80 sampai 90 juta rupiah.

Dalam ruang yang minim, semua aktifitas menjadi satu, desain kloset dan teknologi yang dapat mengilangkan bau membuat furnitur tersebut dapat “keluar” dari kamar mandi.  din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment